
Voxindo.id – Ketua Umum Gerakan Aktivis Muda (GAM) Sriwijaya, Harda Belly, mengutuk keras dugaan aksi penganiayaan yang dilakukan oleh seorang Warga Negara Asing (WNA) terhadap seorang warga Palembang. Harda mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap dan memproses hukum pelaku tanpa pandang bulu.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul beredarnya sebuah rekaman video yang memperlihatkan dugaan aksi penganiayaan terhadap seorang warga yang tidak berdaya. Video tersebut viral di media sosial dan memicu kemarahan serta keprihatinan masyarakat Kota Palembang, Jumat (05/06/2026).
“Ini tindakan yang sangat tidak manusiawi dan tidak bisa ditoleransi. Saya mengutuk keras segala bentuk kekerasan terhadap masyarakat. Aparat penegak hukum harus segera bertindak dan menangkap pelaku,” tegas Harda Belly.
Menurut informasi yang beredar, pelaku yang diduga bernama Ajun merupakan seorang WNA asal Cina yang berdomisili di Palembang. Dalam video tersebut, pelaku juga diduga mengeluarkan pernyataan bernada arogan dengan menyebut memiliki kedekatan dengan aparat kepolisian dan merasa tidak ada yang mampu menangkapnya.
“Jika benar dalam video tersebut pelaku dengan sombong mengatakan memiliki teman polisi dan merasa kebal hukum, maka ini menjadi tantangan bagi institusi kepolisian untuk membuktikan bahwa hukum berlaku sama bagi siapa pun, termasuk warga negara asing,” ujar Harda.
Harda menegaskan bahwa Indonesia adalah negara hukum yang tidak boleh tunduk terhadap intimidasi maupun kesombongan siapa pun. Ia meminta aparat kepolisian bertindak cepat agar tidak menimbulkan keresahan yang lebih luas di tengah masyarakat.
“Kami meminta Kapolda Sumsel dan jajaran segera mengusut tuntas kasus ini. Jangan sampai masyarakat menilai ada pembiaran. Jika pelaku terbukti bersalah, proses hukum harus ditegakkan secara tegas dan transparan,” katanya.
Peristiwa itu kini menjadi perhatian publik dan masyarakat menunggu langkah cepat aparat penegak hukum untuk mengungkap fakta sebenarnya serta menindak tegas pihak yang bertanggung jawab. []
