
Jakarta, Voxindo.id – Koordinator Aktivis Sumsel Jakarta, Nopri Agustian, menyoroti dugaan adanya penyelewengan dana hibah oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Dugaan korupsi tersebut mencuat setelah ditemukan banyak kejanggalan dalam penggunaan dana hibah yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah.
Menurut Nopri, indikasi penyimpangan dalam pengelolaan dana hibah KPU Muratara harus segera ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum.
“Banyak kejanggalan dalam penggunaan dana hibah tersebut. Saya minta aparat penegak hukum, baik di tingkat Kejaksaan Negeri (Kejari) maupun Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan, untuk segera melakukan pemeriksaan secara menyeluruh,” tegas Nopri dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Ia menambahkan, Aktivis Sumsel Jakarta (ASJ) dalam waktu dekat juga akan melaporkan secara resmi dugaan korupsi ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) agar penanganannya dilakukan secara transparan dan independen.
“Kami akan melayangkan laporan resmi ke KPK dan Kejagung. Publik berhak tahu ke mana sebenarnya dana hibah sebesar itu digunakan, karena sampai hari ini banyak kegiatan yang tidak jelas pertanggungjawabannya,” ujar Nopri.
Nopri menegaskan bahwa dana hibah seharusnya digunakan sepenuhnya untuk kepentingan penyelenggaraan pemilu yang bersih dan profesional, bukan untuk kepentingan kelompok atau individu tertentu.
“Kalau benar ada penyimpangan, maka ini merupakan pengkhianatan terhadap amanah rakyat. Kami akan terus kawal kasus ini sampai tuntas,” pungkasnya.
