
Voxindo.id – Koordinator Aktivis Sumsel Jakarta (ASJ), Harda Belly, mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kelestarian Jembatan Ampera sebagai ikon kebanggaan daerah.
Ajakan tersebut ditujukan kepada Pemerintah Kota Palembang, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, serta asosiasi pengusaha batu bara agar lebih serius dalam menjaga keberlangsungan jembatan bersejarah tersebut.
Harda menilai, aktivitas lalu lintas tongkang batu bara yang melintasi Sungai Musi masih kerap menimbulkan persoalan, khususnya karena beberapa kali terjadi insiden tongkang yang menabrak tiang jembatan.
“Ampera ini bukan hanya sekadar jembatan, tetapi warisan sejarah dan ikon kebanggaan masyarakat Palembang bahkan Sumatera Selatan. Sudah seharusnya kita jaga bersama,” ujar Harda, Rabu (22/04).
Ia mengungkapkan kekhawatirannya jika insiden tabrakan terus terjadi, maka bukan tidak mungkin struktur jembatan akan mengalami kerusakan serius.
“Kalau kejadian seperti ini terus berulang, kita khawatir lama-lama bisa berdampak fatal, bahkan berpotensi merusak konstruksi jembatan. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” tegasnya.
Ia juga meminta agar tiang jembatan Ampera diberikan pembatas seperti jembatan Musi Empat supaya jadi pelindung untuk tiang jembatan, ketika terjadi insiden tabrakan oleh kapal tongkang tidak langsung berbenturan dengan tiang Ampera
“Saya minta tiang ampera diberi pembatas seperi yang di Musi VI, ketika di tabrak tongkang tentu tidak langsung mengenai tiang Ampera,” tambahnya
Harda juga mendorong adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap aktivitas angkutan batu bara di Sungai Musi, termasuk penegakan aturan bagi perusahaan yang lalai.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha sangat penting agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan aset bersejarah daerah.
“Ini ikon kita bersama. Mari kita jaga Ampera agar tetap berdiri kokoh untuk generasi mendatang,” tutupnya. []
