
Voxindo.id – Koordinator Aktivis Sumsel Jakarta, Nopri Agustian, menagih janji kampanye Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang, Ratu Dewa–Prima Salam, yang sebelumnya berkomitmen menuntaskan persoalan banjir di Kota Palembang.
Menurut Nopri, persoalan banjir hingga saat ini masih menjadi keluhan utama masyarakat di berbagai wilayah Kota Palembang. Padahal, janji penanganan banjir menjadi salah satu program yang sering disampaikan kepada masyarakat saat masa kampanye.
“Janji menuntaskan banjir di Kota Palembang saat kampanye dulu sangat lantang disampaikan kepada masyarakat. Namun kini sudah lebih dari satu tahun berjalan, masyarakat belum melihat realisasi yang signifikan terhadap janji tersebut,” ujar Nopri, Minggu (14/6/2026).
Ia mengatakan, masyarakat berhak mempertanyakan komitmen pemerintah kota terhadap janji politik yang pernah disampaikan kepada publik. Menurutnya, kepala daerah harus mampu menunjukkan capaian yang terukur dalam menyelesaikan persoalan banjir yang selama ini menjadi masalah klasik di Kota Palembang.
“Kami menagih janji kampanye Ratu Dewa–Prima Salam. Sampai kapan rakyat harus menunggu? Jangan sampai masyarakat hanya kembali disuguhi janji-janji saat menjelang Pilkada berikutnya, sementara persoalan yang dijanjikan belum juga terselesaikan,” tegasnya.
Nopri menilai, Pemerintah Kota Palembang perlu menyampaikan secara terbuka kepada masyarakat mengenai progres dan langkah konkret yang telah dilakukan dalam upaya penanganan banjir. Transparansi tersebut penting agar masyarakat mengetahui sejauh mana komitmen pemerintah dalam merealisasikan program yang pernah dijanjikan.
“Kalau memang ada kendala, sampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Jangan biarkan warga terus bertanya-tanya. Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah bukti kerja dan hasil nyata, bukan sekadar narasi atau pencitraan,” katanya.
Lebih lanjut, Nopri menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya merupakan bentuk kontrol sosial agar pemerintah tetap fokus pada kepentingan rakyat dan tidak melupakan janji-janji yang menjadi dasar masyarakat memberikan kepercayaan pada saat pemilihan.
“Kami akan terus mengingatkan setiap janji yang pernah disampaikan kepada masyarakat. Sebab jabatan yang diemban hari ini lahir dari kepercayaan rakyat, sehingga setiap komitmen yang pernah diucapkan harus dipertanggungjawabkan,” pungkasnya. []
