
Voxindo.id – Koordinator Aktivis Sumsel Jakarta, Nopri Agustian, mendesak Mabes Polri untuk segera mengusut tuntas praktik ilegal drilling (pengeboran minyak ilegal) yang marak terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan.
Nopri menilai, aktivitas pengeboran sumur minyak ilegal di wilayah tersebut sudah berlangsung lama dan diduga melibatkan pihak-pihak tertentu, termasuk pejabat daerah. Ia menyebut, dugaan keterlibatan Bupati Muba, Toha Tohet, dalam praktik tersebut telah menjadi perbincangan luas di masyarakat.
“Ini sudah menjadi rahasia umum di lapangan. Dugaan adanya beking terhadap aktivitas ilegal drilling harus diusut secara serius. Mabes Polri tidak boleh tinggal diam,” tegas Nopri dalam keterangannya, Senin (20/04).
Menurutnya, praktik ilegal drilling tidak hanya merugikan negara dari sisi ekonomi, tetapi juga menimbulkan dampak sosial dan lingkungan yang serius. Ia menyebut, potensi kerugian negara akibat aktivitas tersebut bisa mencapai triliunan rupiah.
Selain itu, Nopri juga menyoroti banyaknya insiden kebakaran sumur minyak ilegal yang kerap menelan korban jiwa. Ia menilai kondisi ini sebagai bentuk kelalaian serius yang tidak boleh terus dibiarkan.
“Sudah banyak sumur minyak ilegal yang terbakar dan menimbulkan korban jiwa. Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga soal keselamatan manusia. Negara harus hadir,” ujarnya.
Ia pun mendesak Mabes Polri untuk segera turun langsung ke lapangan, melakukan investigasi menyeluruh, dan menindak tegas siapa pun yang terlibat tanpa pandang bulu.
“Kami minta Mabes Polri segera bertindak. Jangan tunggu jatuh korban lebih banyak lagi. Penegakan hukum harus tegas dan transparan,” pungkasnya. []
