
Voxindo.id — Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bahtra Banong, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang Perum Bulog wilayah Sulawesi Tenggara di Jalan Diponegoro, Kelurahan Punggaloba, Kecamatan Kendari Barat, Rabu (29/04). Sidak ini dilakukan untuk memastikan langsung kondisi stok pangan di tengah meningkatnya kekhawatiran publik akibat dinamika global.
Langkah cepat tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden terpilih sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap stabilitas pasokan kebutuhan pokok di seluruh daerah.
Hasilnya, stok pangan di Sulawesi Tenggara dipastikan dalam kondisi aman, bahkan melimpah. Data Kanwil Perum Bulog Sultra menunjukkan ketersediaan beras dan jagung berada pada level sangat memadai, dengan cadangan yang disebut sebagai salah satu yang tertinggi sepanjang sejarah di wilayah tersebut.
“Berdasarkan laporan Bulog, kebutuhan pangan di Sultra sekitar 20.000 ton per tahun. Sementara stok yang tersedia saat ini mencapai kurang lebih 78.000 ton. Artinya, dalam kondisi normal, cadangan ini sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Bahtra Banong di sela-sela peninjauan.
Bahtra menegaskan, hasil pengecekan langsung menunjukkan sistem penyimpanan dan distribusi berjalan optimal. Ia sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak terpengaruh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait kelangkaan bahan pokok.
Di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu, ia menilai stabilitas psikologis masyarakat menjadi faktor penting untuk mencegah terjadinya panic buying yang justru dapat mengganggu rantai distribusi.
“Kami memastikan langsung di lapangan bahwa stok pangan kita aman dan terkendali. Masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi sampai melakukan panic buying. Pemerintah akan terus hadir menjamin ketersediaan dan keterjangkauan pangan,” tegasnya.
Sebagai langkah lanjutan, pemantauan serupa akan terus digencarkan di berbagai daerah guna memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga di tengah tekanan global. []
