
Voxindo.id – Rehabilitasi rumah dinas Wakil Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) yang menelan anggaran hingga Rp5 miliar menuai sorotan. Koordinator Aktivis Sumsel Jakarta (ASJ), Harda Belly (HB), mengingatkan kepemimpinan Muchendi–Supriyanto agar berhati-hati dalam menggunakan anggaran daerah.
HB menegaskan, penggunaan anggaran harus mengutamakan kepentingan masyarakat luas, bukan kebutuhan internal pejabat. Menurutnya, nilai rehabilitasi yang mencapai Rp5 miliar dinilai tidak sebanding dengan kondisi kesejahteraan masyarakat OKI saat ini.
“Harusnya pemerintah daerah lebih memprioritaskan kebutuhan rakyat. Masih banyak jalan di OKI yang rusak parah dan itu sangat mengganggu aktivitas serta perekonomian masyarakat,” ujar HB, Kamis (16/04).
Ia juga menilai, kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat, terutama jika dilakukan di saat masih banyak infrastruktur dasar yang belum memadai.
HB pun mengajak kepala daerah untuk lebih bijak dalam menentukan skala prioritas anggaran. Ia berharap kepemimpinan Muchendi–Supriyanto tidak terjebak pada kebijakan yang berorientasi pada kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
“Ayolah, jangan mementingkan kepentingan pribadi dulu. Rakyat masih banyak yang butuh perhatian, terutama soal infrastruktur dan kesejahteraan,” tegasnya. []
