
Voxindo.id – Keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) semakin meningkat. Warga menilai kerusakan tersebut disebabkan oleh aktivitas mobil angkutan milik PT Musi Hutan Persada (MHP) yang melintas dengan muatan berlebih (overload), sehingga mempercepat kerusakan infrastruktur jalan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Koordinator Aktivis Sumsel Jakarta, Harda Belly, menegaskan bahwa kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Ia menyebut aktivitas kendaraan berat milik perusahaan tersebut telah mengganggu kenyamanan dan keselamatan masyarakat, apalagi jalan tersebut sering dilewati masyarakat Pali bukan jalan Logging
“Sudah banyak laporan dari warga terkait kecelakaan dan kerusakan jalan akibat mobil-mobil angkutan PT MHP yang bermuatan berlebih. Ini sangat merugikan masyarakat, sebab itu jalan milik masyarakat bukan Logging” ujarnya, Selasa (14/04).
Harda meminta PT MHP untuk segera mengambil langkah konkret sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. Salah satu solusi yang ia dorong adalah pembangunan fly over atau jalur khusus untuk kendaraan operasional perusahaan, sehingga tidak lagi melintas di jalan umum.
“Kami minta PT MHP membangun fly over, atau bila perlu membuat jalan sendiri. Tidak boleh lagi menggunakan jalan umum yang jelas-jelas mengganggu dan membahayakan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk tidak tutup mata terhadap persoalan ini, serta segera melakukan pengawasan ketat terhadap aktivitas angkutan perusahaan yang diduga melanggar ketentuan muatan.
Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, dan perusahaan wajib memastikan operasionalnya tidak merugikan lingkungan sekitar.
“Jangan sampai kepentingan perusahaan justru mengorbankan keselamatan masyarakat. Ini harus segera ditindak tegas,” pungkasnya. []
