
Voxindo.id – Koordinator Aktivis Sumsel Jakarta (ASJ), Nopri Agustian, menyoroti anggaran rehabilitasi rumah dinas Wakil Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) yang mencapai Rp5 miliar. Ia menilai angka tersebut terlalu besar dan tidak sejalan dengan kondisi kebutuhan masyarakat saat ini.
Nopri juga menyoroti keterlibatan CV Kreasi Sumatera sebagai pelaksana proyek. Ia menduga adanya kejanggalan dalam pengelolaan anggaran, mengingat perusahaan yang sama juga mengerjakan proyek rehabilitasi rumah dinas Wakil Bupati Banyuasin dengan nilai anggaran yang serupa.
“Ini harus menjadi perhatian serius. Kami menduga ada potensi permainan anggaran. CV yang sama mengerjakan proyek dengan nilai yang sama di daerah berbeda, ini patut diaudit secara menyeluruh,” tegas Nopri, Selasa (14/04).
Lebih lanjut, Nopri menyayangkan kebijakan pemerintah daerah yang mengalokasikan anggaran besar untuk rehab rumah dinas, di tengah masih banyaknya masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Ia juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan di OKI yang dinilai masih banyak mengalami kerusakan.
“Seharusnya pemerintah lebih memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat, seperti perbaikan jalan dan pengentasan kemiskinan, bukan justru menghabiskan anggaran fantastis untuk rehab rumah dinas,” ujarnya.
Nopri mendesak aparat pengawas internal pemerintah serta lembaga terkait untuk segera melakukan audit terhadap proyek tersebut guna memastikan tidak ada penyimpangan dalam penggunaan anggaran negara. []
