
Voxindo.id – Koordinator Aktivis Sumsel Jakarta (ASJ), Nopri Agustian, menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan yang baik dan memiliki manfaat besar bagi masyarakat, khususnya anak-anak di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Meski demikian, ia mengakui pelaksanaan program tersebut masih memiliki sejumlah kekurangan yang perlu terus dievaluasi dan diperbaiki.
Menurut Nopri, kritik terhadap pelaksanaan MBG merupakan hal yang wajar. Namun, ia mengingatkan agar penilaian terhadap program tersebut tidak hanya berfokus pada kekurangan teknis, melainkan juga melihat manfaat nyata yang telah dirasakan masyarakat.
“Bagi sebagian orang, MBG mungkin dianggap sebagai pemborosan anggaran. Tetapi bagi banyak anak di daerah 3T, program ini sangat membantu. Masih banyak anak-anak yang berangkat ke sekolah dalam keadaan perut kosong, sesuatu yang mungkin tidak pernah kita rasakan,” kata Nopri, Sabtu (27/06/2026).
Ia menegaskan, kehadiran MBG bukan sekadar program pembagian makanan, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin hak dasar anak untuk memperoleh asupan gizi yang layak.
“Program ini sangat membantu banyak anak-anak di daerah. Tentu dalam praktiknya masih ada kekurangan, baik dari sisi distribusi maupun pelaksanaan. Itu harus menjadi bahan evaluasi agar ke depan semakin baik, bukan justru dijadikan alasan untuk menghentikan program yang manfaatnya sangat besar,” ujarnya.
Nopri juga menilai MBG merupakan cerminan dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini.
“Program ini adalah niat baik Presiden. Tidak hanya untuk memperbaiki gizi anak-anak Indonesia, tetapi lebih jauh lagi menjadi bukti keberpihakan langsung Pak Prabowo kepada masyarakat kecil. Manfaatnya dirasakan langsung oleh anak-anak yang selama ini mungkin belum sepenuhnya tersentuh berbagai program negara,” katanya. []
