
Voxindo.id – Persatuan Mahasiswa Muara Enim Serasan Sekundang Jakarta (PERMESS Jakarta) mendesak Pemerintah Kabupaten Muara Enim untuk segera mengambil langkah konkret dalam menangani kerusakan jalan yang diduga telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa di wilayah Desa Panang Jaya, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim.
Desakan tersebut disampaikan menyusul terjadinya kecelakaan lalu lintas tragis di Jalan Lintas Nasional Desa Panang Jaya pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Berdasarkan informasi warga dan pemberitaan media lokal, seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah diduga berusaha menghindari lubang besar di badan jalan sebelum akhirnya mengalami kecelakaan fatal.
Ketua Umum PERMESS Jakarta, Marsel Kusnan, menilai peristiwa tersebut merupakan konsekuensi dari lambannya penanganan jalan rusak yang telah dikeluhkan masyarakat selama berbulan-bulan.
“Kami sangat prihatin dan berduka atas meninggalnya korban. Peristiwa ini tidak boleh dianggap sebagai kecelakaan biasa. Ada persoalan serius terkait keselamatan publik yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah,” ujar Marsel dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).
Menurut keterangan warga setempat, kondisi jalan di lokasi kejadian telah lama mengalami kerusakan. Meski sempat dilakukan pekerjaan perbaikan, hingga kini belum dilakukan pengaspalan ulang secara menyeluruh. Selain itu, minimnya rambu peringatan, penerangan jalan, dan pembatas pengaman dinilai semakin meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
Marsel mengungkapkan bahwa kecelakaan yang merenggut korban jiwa tersebut bukanlah kejadian pertama. Sehari sebelumnya, seorang pengendara motor juga dilaporkan terjatuh dan mengalami luka-luka di titik yang sama akibat kondisi jalan yang rusak.
“Jalan berlubang yang dibiarkan dalam waktu lama merupakan ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat. Setiap hari keterlambatan perbaikan berpotensi menimbulkan korban baru,” tegasnya.
Atas kejadian tersebut, PERMESS Jakarta menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Bupati Muara Enim Edison dan Wakil Bupati Sumarni.
Pertama, meminta pemerintah daerah bertanggung jawab secara moral dan administratif atas jatuhnya korban akibat kondisi jalan yang membahayakan pengguna jalan.
Kedua, mendesak percepatan perbaikan dan pengaspalan ulang jalan yang rusak disertai pemasangan rambu-rambu peringatan serta fasilitas keselamatan lainnya.
Ketiga, meminta pemerintah daerah memberikan perhatian dan bantuan kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak.
Keempat, mendesak evaluasi terhadap kinerja organisasi perangkat daerah yang membidangi infrastruktur apabila ditemukan keterlambatan penanganan tanpa alasan yang jelas.
Selain itu, PERMESS Jakarta juga meminta dilakukan audit menyeluruh terhadap titik-titik jalan rusak di Kabupaten Muara Enim guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
“Jangan sampai ada korban berikutnya. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Pemerintah harus bergerak cepat dan menunjukkan keberpihakan kepada rakyat melalui tindakan nyata, bukan sekadar janji,” tutupnya. []
