
Voxindo.id — Insiden kecelakaan lalu lintas kembali melibatkan truk tangki pengangkut minyak mentah milik PT Sele Raya Merangin Dua (SRMD). Kali ini, tabrakan terjadi antara truk tangki dan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang mengangkut penumpang di Jalan Lintas Sumatera, wilayah Musi Rawas Utara (Muratara), Rabu 06 Mei 2026.
Peristiwa tersebut menambah daftar panjang kecelakaan yang diduga melibatkan armada pengangkut minyak milik SRMD. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait jumlah korban dalam insiden tersebut, namun kejadian ini memicu kembali kekhawatiran masyarakat terkait keselamatan di jalur padat tersebut.
Koordinator Aktivis Sumsel Jakarta, Nopri Agustian, menyoroti serius kejadian ini dan mendesak pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional truk tangki minyak yang melintasi jalan umum.
“Ini bukan kejadian pertama. Truk pembawa minyak SRMD sudah sangat sering terlibat kecelakaan, bahkan sampai menelan korban jiwa. Ini harus jadi perhatian serius,” tegas Nopri, Rabu (06/05).
Ia menilai penggunaan truk untuk mengangkut bahan mudah terbakar seperti minyak mentah di jalan umum sangat berisiko tinggi dan tidak lagi relevan dengan standar keselamatan saat ini.
“Secara aturan dan aspek keselamatan, seharusnya distribusi minyak mentah sudah menggunakan sistem pipanisasi. Tidak boleh lagi bahan berbahaya diangkut menggunakan truk di jalan umum karena sangat membahayakan masyarakat,” lanjutnya.
Nopri pun mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk segera turun tangan dan mengambil langkah tegas terhadap SRMD. Ia bahkan meminta agar operasional perusahaan tersebut dihentikan sementara jika tidak segera beralih ke sistem distribusi yang lebih aman.
“Oleh karena itu, kami minta SRMD menghentikan operasionalnya, kecuali mereka membangun jalur pipa. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” tutupnya. []
