
Voxindo.id – Ketua Gerakan Cintai Lahat (GCL), Mahendra Reza Wijaya, meminta Inspektorat Kabupaten Lahat untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Lahat, Raswan Ansori.
Permintaan tersebut disampaikan menyusul adanya dugaan permainan dalam proses seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Kabupaten Lahat. Mahendra menilai proses seleksi yang seharusnya berjalan objektif dan transparan justru diduga diwarnai praktik tidak profesional.
“Seleksi Paskibraka ini menyangkut nama baik daerah dan masa depan generasi muda. Jangan sampai ada dugaan permainan yang mencederai rasa keadilan para peserta,” ujar Mahendra Reza Wijaya, Jumat (24/4/2026).
Ia mengungkapkan, pihaknya menerima informasi adanya indikasi suap untuk meloloskan calon anggota Paskibraka tertentu. Dugaan tersebut, menurutnya, harus segera diusut tuntas agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.
“Jika benar ada indikasi suap untuk meloloskan calon Paskibraka, ini sangat memalukan dan mencoreng marwah dunia pendidikan serta pembinaan generasi muda di Kabupaten Lahat,” tegasnya.
Mahendra yang akrab disapa MRW juga meminta Bupati Lahat untuk mengambil langkah tegas dengan segera mencopot Kepala Kesbangpol Lahat apabila terbukti lalai atau terlibat dalam dugaan praktik tersebut.
“Kami meminta Bupati Lahat jangan tinggal diam. Kepala Kesbangpol harus segera dicopot karena sudah mencoreng nama baik institusi dan menunjukkan sikap yang tidak profesional dalam menjalankan tugas,” katanya.
Menurutnya, Inspektorat harus bekerja secara independen dan transparan dalam memeriksa seluruh tahapan seleksi, termasuk kemungkinan adanya pihak-pihak yang bermain demi kepentingan tertentu.
GCL, lanjut Mahendra, akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kejelasan dan tindakan tegas dari pemerintah daerah.
“Jangan sampai anak-anak yang berprestasi justru tersingkir karena adanya dugaan permainan oknum. Ini harus menjadi perhatian serius,” tutupnya. []
