
Voxindo.id – Ketua Umum Garda Aktivis Muda (GAM) Sriwijaya, Harda Belly, menyoroti penggeledahan yang dilakukan Tim Bidang Intelijen dan Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang terkait dugaan penyimpangan proyek pemeliharaan lampu jalan.
Menurut Harda, langkah penggeledahan yang dilakukan Kejari Palembang merupakan awal yang baik dalam mengusut dugaan tindak pidana korupsi. Namun, ia meminta proses hukum tidak berhenti sebatas penggeledahan, melainkan harus mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam proyek tersebut.
“Jangan hanya berhenti pada penggeledahan. Kejari Palembang harus mengusut secara menyeluruh siapa saja yang terlibat dalam proyek pemeliharaan lampu jalan ini, mulai dari pihak yang merencanakan, melaksanakan hingga pihak-pihak yang menikmati anggaran apabila nantinya ditemukan adanya penyimpangan,” tegas Harda, Selasa (30/06/2026).
Harda menilai, proyek pemeliharaan lampu jalan merupakan sektor yang rawan terjadi praktik korupsi apabila pengelolaannya tidak dilakukan secara transparan dan akuntabel. Karena itu, aparat penegak hukum harus bekerja secara profesional dan independen.
Ia juga mengaitkan penggeledahan tersebut dengan unggahan Wakil Wali Kota Palembang, Prima Salam, yang sebelumnya sempat menyoroti kondisi lampu jalan di sejumlah titik di Kota Palembang. Menurut Harda, kondisi tersebut menjadi perhatian publik sehingga dugaan penyimpangan anggaran perlu dibuka secara terang benderang.
“Publik tentu ingin mengetahui mengapa masih banyak lampu jalan yang dikeluhkan masyarakat, sementara anggaran pemeliharaan tetap berjalan. Kalau memang ada dugaan penyimpangan, harus diusut sampai tuntas agar masyarakat mendapatkan kejelasan,” ujarnya.
Harda berharap Kejari Palembang berani menetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan bukti yang cukup dalam proses penyidikan.
“Kami mendukung penuh langkah Kejari Palembang dalam memberantas korupsi. Siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai hukum tanpa pandang bulu. Ini penting sebagai bentuk komitmen penegakan hukum dan efek jera bagi pelaku korupsi,” tutupnya. []
