
Voxindo.id, Jakarta – Koordinator Aktivis Sumsel Jakarta, Harda Belly, menanggapi viralnya pernyataan Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Asgianto, yang mengklaim bahwa anggaran pembelian mobil dinas sebesar Rp 12 miliar sudah dianggarkan sejak masa bupati sebelumnya.
Menjawab hal itu, Harda menilai alasan tersebut tidak masuk akal. “Kalau bupati lama yang menganggarkan, kenapa tidak bapak bupati batalkan? Kalau benar memikirkan rakyat, bukan malah mempertahankan mobil dinas mewah yang menghabiskan Rp 12 miliar,” tegas Harda, Jumat (8/8/2025).
Harda juga menyayangkan sikap Asgianto yang terkesan bermewah-mewahan di tengah tuntutan efisiensi anggaran. Menurutnya, kondisi pendidikan di PALI jauh lebih mendesak untuk dibenahi.
“Masih banyak sekolah di PALI yang butuh perbaikan. Contohnya SMP Negeri 4 Talang Ubi di Desa Karta Dewa, di mana siswa terpaksa belajar di tengah terik matahari beralaskan terpal karena ruang kelas tidak layak. Sungguh memprihatinkan. Ketimbang beli mobil dinas miliaran, lebih baik bangun sekolah agar anak-anak generasi penerus bisa belajar dengan nyaman,” ujarnya.
Harda menegaskan, kepala daerah seharusnya mengedepankan pelayanan kepada masyarakat, bukan hidup dalam kemewahan sementara rakyatnya menderita. “Pemimpin itu melayani, bukan memamerkan fasilitas mewah di atas penderitaan rakyat,” pungkasnya.
