
Jakarta, Voxindo – Dugaan adanya praktik tambang batubara ilegal yang terus beroperasi di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, kembali menjadi sorotan. Forum Mahasiswa Muara Enim (FORME) mendatangi Mabes Polri di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (22/6/2026), mendesak Kapolri mengusut tuntas dugaan keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas pertambangan ilegal tersebut.
Dalam aksi yang digelar di depan markas besar Korps Bhayangkara itu, mahasiswa membawa sejumlah tuntutan, mulai dari investigasi dugaan aliran dana tambang ilegal hingga pencopotan Kapolres Muara Enim apabila terbukti gagal memberantas praktik tambang tanpa izin yang selama ini menjadi perhatian publik.
Koordinator aksi FORME, Marsel Kusnan, mengatakan aktivitas tambang batubara ilegal di Muara Enim bukan persoalan baru. Menurutnya, praktik tersebut sudah berlangsung cukup lama dan seolah tidak pernah benar-benar hilang meski berkali-kali dilakukan penindakan.
“Publik tentu bertanya-tanya, mengapa tambang ilegal ini terus beroperasi. Penindakan dilakukan, tetapi aktivitasnya muncul lagi. Kondisi ini menimbulkan dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang memberikan perlindungan sehingga praktik tersebut tetap berjalan,” ujar Marsel.
FORME menilai pemberantasan tambang ilegal tidak boleh hanya menyasar pekerja atau pelaku lapangan. Aparat penegak hukum diminta berani mengungkap aktor-aktor yang diduga berada di belakang praktik tersebut, termasuk jika terdapat keterlibatan oknum aparat.
Menurut Marsel, transparansi menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum. Karena itu, Kapolri diminta turun langsung memastikan proses investigasi berjalan tanpa tebang pilih.
“Jika memang ada oknum yang membekingi atau menerima keuntungan dari aktivitas tambang ilegal, maka harus diproses secara hukum. Negara tidak boleh kalah oleh mafia tambang yang merusak lingkungan, menggerus pendapatan negara, dan merugikan masyarakat,” tegasnya.
Dalam orasinya, massa juga menyoroti berbagai laporan masyarakat dan pemberitaan yang masih mengungkap aktivitas pertambangan tanpa izin di sejumlah wilayah Muara Enim. Situasi tersebut dinilai menunjukkan lemahnya pengawasan sekaligus menjadi alarm bagi aparat penegak hukum untuk melakukan evaluasi menyeluruh.
FORME mendesak Mabes Polri membentuk tim khusus guna menyelidiki dugaan aliran dana dari tambang ilegal kepada oknum aparat. Mereka juga meminta investigasi mendalam terhadap dugaan keterlibatan oknum anggota Polres Muara Enim yang disebut-sebut dalam berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
“Kami datang membawa aspirasi masyarakat Muara Enim. Jangan sampai hukum hanya tajam kepada masyarakat kecil tetapi tumpul terhadap pihak-pihak yang memiliki kekuasaan atau pengaruh. Semua harus diperlakukan sama di depan hukum,” kata Marsel.
Adapun tuntutan yang disampaikan FORME kepada Kapolri meliputi:
- Mengusut dugaan aliran dana dari aktivitas tambang batubara ilegal kepada oknum Polres Muara Enim.
- Menginvestigasi dugaan keterlibatan oknum Polres Muara Enim dalam aktivitas pertambangan ilegal.
- Memerintahkan Polda Sumatera Selatan menutup dan menertibkan seluruh tambang batubara ilegal di Muara Enim.
- Mencopot Kapolres Muara Enim apabila terbukti gagal memberantas tambang ilegal atau ditemukan adanya keterlibatan anggota di bawah jajarannya.
- Membersihkan institusi Polri dari oknum-oknum yang diduga menjadi pelindung praktik pertambangan ilegal. []
