
Voxindo.id – Maraknya kasus perundungan (bullying) di lingkungan kampus kembali menuai sorotan. Koordinator Aktivis Sumsel Jakarta (ASJ), Harda Belly, menyayangkan masih terjadinya praktik bullying di Universitas Sriwijaya (Unsri), salah satu perguruan tinggi terbesar dan ternama di Sumatera Selatan.
Menurut Harda, kasus perundungan di Unsri bukanlah kali pertama terjadi. Hal ini mencerminkan adanya persoalan serius dalam sistem pembinaan karakter, pengawasan, serta budaya akademik yang seharusnya menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, etika, dan intelektualitas.
“Ini sangat memprihatinkan. Kampus seharusnya menjadi ruang aman untuk bertumbuh secara intelektual dan moral, bukan justru menjadi tempat suburnya praktik perundungan yang merusak mental dan masa depan mahasiswa,” ujar Harda dalam keterangannya, Rabu (14/01/2025).
Harda menegaskan, bullying dalam bentuk apa pun tidak bisa ditoleransi, terlebih terjadi di lingkungan akademik yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat luas. Ia menilai, jika dibiarkan berulang tanpa penanganan serius, hal tersebut dapat mencederai marwah dunia pendidikan dan mencoreng nama baik institusi.
Lebih lanjut, Harda mengajak seluruh mahasiswa dan civitas akademika tidak hanya Universitas Sriwijaya untuk bersama-sama membangun kesadaran kolektif dalam menghapus budaya bullying di lingkungan kampus.
“Perlu ada keberanian bersama untuk mengatakan tidak pada bullying. Mahasiswa, dosen, hingga pimpinan kampus harus berdiri pada satu sikap yang tegas, demi menciptakan lingkungan kampus yang sehat, aman, dan beradab,” tegasnya.
Harda berharap, pihak kampus tidak hanya bersikap reaktif terhadap kasus yang mencuat ke publik, tetapi juga proaktif dalam melakukan pencegahan melalui edukasi, pengawasan, serta penegakan sanksi yang jelas dan berkeadilan, agar kejadian serupa tidak terus berulang di kemudian hari. []
