
Lebak, Voxindo.id – Koordinator Perkumpulan Pemuda Pejuang Keadilan (PPPK), Harda Belly, meminta Presiden Prabowo Subianto untuk melihat langsung dan mendengarkan jeritan warga Desa Jayasari, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, yang menjadi korban penyerobotan serta perusakan lahan akibat aktivitas tambang pasir PT Mulya Kuarsa Anugrah (MKA).
Harda menegaskan bahwa persoalan yang dialami warga Jayasari sudah berlangsung lama dan semakin memprihatinkan. Kebun, sawah, hingga rumah warga diduga dirusak akibat aktivitas tambang yang berjalan tanpa mempertimbangkan hak-hak masyarakat setempat.
“Kami berharap Presiden Prabowo dapat mendengarkan dan melihat jeritan warga Jayasari. Sudah terlalu lama mereka menderita. Tanah mereka diserobot, lingkungan rusak, dan kehidupan mereka terganggu. Negara harus hadir,” tegas Harda, Jumat (21/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa warga telah menempuh berbagai langkah, termasuk melapor ke sejumlah pihak, namun hingga saat ini belum ada penyelesaian yang memberikan kepastian hukum maupun perlindungan yang layak.
“Ini bukan hanya soal sengketa tanah, tetapi soal keadilan dan kemanusiaan. Presiden harus mengetahui bagaimana rakyat kecil sedang ditindas. Kami berharap persoalan ini mendapatkan perhatian nasional,” ujarnya.
Harda juga menyoroti pentingnya tindakan tegas terhadap perusahaan yang diduga merusak lahan warga. Ia meminta aparat penegak hukum dan pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap dugaan pelanggaran tersebut.
“Apalagi, masyarakat menyebut adanya keterlibatan nama besar mantan Bupati Lebak, yang menurutnya harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah pusat,”
“Jika benar ada aktivitas ilegal atau tindakan melawan hukum, maka harus segera dihentikan dan diproses. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban,” tambahnya.
Warga Jayasari berharap pemerintah pusat hadir memberikan solusi nyata agar hak-hak mereka kembali dan kondisi lingkungan tidak semakin rusak.[]
