
Jakarta, Voxindo.id – Kabar duka datang dari dunia hukum Indonesia. Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar, dikabarkan meninggal dunia. Kepergian sosok yang pernah memimpin lembaga antirasuah itu meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak, termasuk Harda Belly, aktivis muda sekaligus Koordinator Pemuda Pejuang Keadilan (PPK).
Dalam keterangannya, Harda Belly menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Antasari Azhar. Ia mengenang Antasari sebagai figur yang rendah hati, senang berbagi ilmu, dan mudah dijumpai oleh siapa pun yang ingin belajar atau berdiskusi.
“Saya turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulangnya Pak Antasari Azhar. Beliau adalah sosok yang sangat terbuka, senang berbagi ilmu, dan mudah ditemui. Tidak pernah menolak ketika diajak bicara, baik secara langsung maupun lewat telepon,” ujar Harda, Sabtu (08/11/2025)
Harda juga menuturkan bahwa dirinya beberapa kali berkomunikasi dengan almarhum, berdiskusi mengenai berbagai isu hukum dan sosial. Menurutnya, Antasari selalu memberikan pandangan yang menyejukkan dan membangun.
“Saya sering bertanya kepada beliau soal isu-isu yang sedang berkembang, dan Pak Antasari selalu merespons dengan penuh semangat. Beliau bukan hanya seorang tokoh hukum, tapi juga sosok guru bagi banyak anak muda,” tambah Harda.
Harda menilai kepergian Antasari Azhar adalah kehilangan besar bagi bangsa Indonesia, khususnya dalam dunia hukum dan penegakan keadilan.
“Beliau mengajarkan banyak hal tentang kejujuran, kesabaran, dan pentingnya mencari kebenaran dengan hati nurani. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT,” tutup Harda.
Antasari Azhar dikenal sebagai Ketua KPK yang memiliki peran penting dalam memperkuat gerakan antikorupsi di Indonesia. Sosoknya yang tegas namun bersahaja membuatnya dihormati oleh banyak kalangan. Kini, Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya yang pernah berjuang melawan korupsi dan menegakkan keadilan.[]
