
Jakarta – Kelompok aktivis yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Mahasiswa Madura Jakarta atau IKMM Jakarta melakukan aksi demonstrasi untuk mengawal dugaan penyelewengan dana Pokok Pikiran (Pokir) Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.
Aksi tersebut dilakukan di depan gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu (29/10/2025).
Massa bentangkan banner dengan foto terpampang jelas ketua dan wakil ketua DPRD Kabupaten Pamekasan yang disebut sebagai aktor utama dalam dugaan penyelewengan dana Pokir DPRD Pamekasan tahun 2024.
Koordinator lapangan aksi IKMM Jakarta, Didin Saepuddin, menyebut bahwa aksi demonstrasi jilid II di depan KPK sebagai bentuk keseriusan dalam mengawal dugaan penyelewengan dana Pokir DPRD Pamekasan. KPK Diminta segera investigasi dan mulai periksa ketua dan wakil ketua DPRD Pamekasan.
“Kami tidak main-main, KPK harus serius dan segera turun ke Pamekasan, dugaan penyelewengan dana Pokir ini sangat mencederai nama baik daerah kami. Pimpinan DPRD yang mendapat jatah dana Pokir paling besar harus menjadi atensi khusus KPK untuk diperiksa,” kata Didin dalam orasinya di depan KPK.
“Dana pokir DPRD Tahun 2024 sebesar Rp. 106 Milyar sangat berpotensi menjadi bancakan korupsi. KPK harus segera periksa Ketua DPRD Ali Masykur, Wakil Ketua DPRD Pamekasan Khairul Umam, Ismail dan Qomarul Wahyudi,” lanjut Didin.
Selanjutnya, Didin menjelaskan bahwa realisasi dana Pokir dari pimpinan DPRD Pamekasan juga harus menjadi atensi khusus KPK, agar seluruh pintu dugaan penyelewengan terbuka lebar.
“KPK masih kami percayai sebagai lembaga yang anti takut untuk memberantas korupsi, maka kami tantang turun ke Pamekasan, dugaan penyelewengan dana Pokir sudah sangat memprihatinkan. Apalagi diduga kuat pemainnya wakil rakyat sendiri,” jelasnya.
Didin menegaskan akan terus mengawal dugaan penyelewengan dana Pokir DPRD Pamekasan tersebut sampai KPK memberikan atensi, memanggil dan memeriksa pimpinan DPRD Pamekasan.
“Kami akan terus kawal ini sampai kapanpun, sampai KPK membuktikan bahwa dana Pokir di Pamekasan aman. Kami tegaskan bahwa kami mendukung KPK bersihkan Pamekasan dari komplotan perampok uang rakyat atas nama Pokir,” tandasnya.[]
