
Voxindo.id – Koordinator Aktivis Sumsel Jakarta (ASJ), Nopri Agustian, menegaskan agar Polda Sumatera Selatan tidak melepas Junaidi alias Ajun dari jerat hukum terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap Irza Prasetya yang sempat viral di media sosial.
Menurut Nopri, kasus tersebut telah menjadi perhatian publik dan harus diproses secara transparan serta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Ia menilai tindakan kekerasan yang terekam dan beredar luas di tengah masyarakat tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele.
“Kami meminta Polda Sumsel tetap konsisten menegakkan hukum dan tidak melepas Ajun dari proses hukum yang sedang berjalan. Publik sudah melihat langsung bagaimana dugaan tindakan kekerasan itu terjadi. Jangan sampai kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum menjadi luntur,” tegas Nopri Agustian, Selasa (09/06/2026).
Nopri mengatakan ASJ akan mengawal kasus tersebut hingga tuntas. Ia menegaskan bahwa pihaknya siap menggelar aksi besar-besaran di Mabes Polri apabila Ajun dilepas dari proses hukum tanpa dasar yang jelas.
“ASJ akan menggelar aksi besar-besaran di Mabes Polri jika Ajun dilepas. Kami ingin memastikan tidak ada perlakuan istimewa terhadap siapa pun di hadapan hukum, termasuk terhadap pengusaha yang memiliki kekuatan ekonomi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nopri menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan-segan meminta Kapolri untuk mencopot Kapolda Sumsel apabila terdapat indikasi ketidakseriusan dalam menangani perkara tersebut.
“Jika sampai Ajun dilepas dari jerat hukum tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, kami akan mendesak Kapolri untuk mengevaluasi bahkan mencopot Kapolda Sumsel. Penegakan hukum harus berdiri di atas prinsip keadilan, bukan karena pengaruh kekuasaan ataupun faktor lainnya,” tambahnya. []
