
Voxindo.id – Dewan Pengurus Wilayah Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (DPW PGK) Sumatera Selatan menggelar kegiatan buka puasa bersama sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antara aktivis dan mahasiswa. Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini juga menjadi ruang dialog antara generasi muda dengan aparat penegak hukum.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum DPP PGK Bursah Zarnubi, Ketua DPW PGK Sumsel Firdaus Hasbullah, serta Kepala Kejaksaan Negeri Lahat Teuku Luftansya Adhayaksa yang kehadirannya menjadi perhatian para aktivis dan mahasiswa yang hadir.
Sekretaris Jenderal DPW PGK Sumsel Rudianto Widodo menilai kehadiran Kajari Lahat dalam forum aktivis dan mahasiswa merupakan sinyal positif bahwa institusi kejaksaan semakin terbuka terhadap ruang dialog dengan generasi muda.
Menurut Rudianto, tidak banyak kepala kejaksaan atau APH yang hadir langsung dalam kegiatan yang diinisiasi oleh para aktivis. Karena itu, kehadiran Kajari Lahat dinilai sebagai langkah baik dalam membangun komunikasi yang lebih dekat antara aparat penegak hukum dengan masyarakat, khususnya mahasiswa dan aktivis.
“Ini tentu menjadi hal yang sangat positif. Kehadiran Pak Kajari Lahat di tengah-tengah aktivis dan mahasiswa menunjukkan bahwa kejaksaan tidak berjarak dengan masyarakat, khususnya generasi muda. Justru ini menjadi bentuk pendekatan yang baik antara aparat penegak hukum dengan para aktivis,” ujar Rudianto, Kamis (12/03).
Ia juga menilai sosok Kajari Lahat mencerminkan wajah penegakan hukum yang humanis, yakni penegakan hukum yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek penindakan semata, tetapi juga membangun komunikasi, edukasi hukum, serta kedekatan dengan masyarakat.
“Penegakan hukum yang humanis sangat penting di tengah masyarakat saat ini. Kehadiran Kajari Lahat di forum seperti ini menunjukkan bahwa kejaksaan hadir tidak hanya sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun kesadaran hukum,” jelasnya.
Rudianto menambahkan bahwa pendekatan yang komunikatif dan terbuka seperti ini menjadi bagian dari branding positif institusi kejaksaan, khususnya Kejari Lahat, sebagai lembaga penegak hukum yang profesional namun tetap dekat dengan masyarakat.
“Langkah seperti ini patut diapresiasi. Kejaksaan hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai institusi yang mau membuka ruang diskusi, berdialog, dan membangun kolaborasi dengan anak-anak muda,” lanjutnya.
Ia berharap ke depan semakin banyak ruang pertemuan antara aparat penegak hukum dengan mahasiswa dan aktivis, sehingga tercipta hubungan yang lebih baik serta memperkuat peran generasi muda dalam mendukung penegakan hukum yang berkeadilan dan humanis di tengah masyarakat. []
