
Voxindo.id – Ungkapan haru dan rasa terima kasih datang dari Lili, alumni Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) angkatan 2006, yang mengenang kepedulian mantan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, terhadap mahasiswa asal Sumsel di perantauan.
Lili menceritakan, sekitar tahun 2009 dirinya bersama mahasiswa asal Sumatera Selatan di Kota Semarang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Sumatera Selatan (KEMASS). Saat itu, mereka mendapatkan dukungan pembiayaan basecamp dari Alex Noerdin.
“Kami bisa menyewa tempat untuk berkumpul dan menjadi tempat berteduh bagi teman-teman yang kurang mampu. Tidak hanya sewa basecamp, kami juga dibantu untuk kebutuhan isinya seperti televisi, lemari es, kasur, dan perlengkapan lainnya,” kenangnya.
Menurutnya, bantuan tersebut mungkin terdengar sederhana, namun bagi mahasiswa rantau yang jauh dari orang tua dan bukan dalam kategori prioritas bantuan pemerintah, dukungan itu memiliki arti yang sangat besar.
“Terdengar sepele, tapi bagi kami anak rantau, hal seperti ini sangat berarti. Kami merasa didekap dan dikasihi oleh orang tua kami sendiri, yaitu Pak Gubernur Sumsel,” ujarnya haru.
Meski Alex Noerdin tidak pernah secara langsung menyambangi basecamp mereka di Semarang, Lili mengaku para mahasiswa tetap merasakan perhatian dan kasih sayang tersebut.
“Kami tahu dan merasakan bahwa Pak Alex menyayangi kami, putra dan putri Sumsel di perantauan,” katanya.
Ia juga mengenang masa kepemimpinan Alex Noerdin sebagai periode kebangkitan Sumatera Selatan. Menurutnya, pada era tersebut mahasiswa merasa bangga menyebut diri berasal dari Sumsel.
“Di zaman Pak Alex pula, kami dengan lantang dan tanpa malu menyebut kami berasal dari ‘SUMSEL’. Sumsel seperti macan yang bangun dari tidur. Banyak orang takjub dengan perkembangan infrastruktur di Sumsel saat itu,” tutupnya. []
