
Voxindo.id — Persoalan tanah dan lahan pertanian milik masyarakat Jayasari, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, yang diduga diserobot dan dirusak PT Mulya Kuarsha Anugrah yang diduga milik eks bupati lebak mulyadi jayabaya kembali menuai sorotan tajam dari kalangan aktivis.
Koordinator Pemuda Pejuang Keadilan (PPK), Harda Belly, menegaskan keyakinannya bahwa Presiden Prabowo Subianto akan marah besar apabila kasus dugaan perampasan hak rakyat kecil ini benar-benar sampai ke meja Presiden.
“Saya sangat yakin, jika persoalan tanah rakyat Jayasari ini sampai kepada Presiden Prabowo, beliau akan murka. Pak Prabowo adalah sosok pemimpin yang sangat mencintai rakyatnya, terutama petani,” ujar Harda Belly kepada Voxindo, Kamis (05/02/2026).
Harda mengaitkan hal tersebut dengan pernyataan Presiden Prabowo dalam pidato terbarunya yang menegaskan bahwa dirinya tidak takut kepada siapa pun, kecuali rakyat dan Tuhan Yang Maha Esa. Menurut Harda, nilai tersebut justru berbanding terbalik dengan apa yang dialami masyarakat kecil di Lebak.
“Apa yang terjadi di Jayasari ini adalah ironi. Di satu sisi Presiden berbicara soal keberpihakan kepada rakyat kecil, tapi di sisi lain, ada dugaan mantan pejabat yang menggunakan kekuasaan untuk bertindak sewenang-wenang terhadap petani dan masyarakat kecil,” tegasnya.
Harda menilai, lahan pertanian bukan sekadar soal tanah, melainkan menyangkut sumber kehidupan, harga diri, dan masa depan keluarga petani. Karena itu, setiap bentuk dugaan perampasan lahan harus dipandang sebagai persoalan serius yang menyentuh keadilan sosial.
“Ini bukan konflik elite. Ini jeritan petani yang lahannya diduga dirampas. Negara tidak boleh diam, APH tidak boleh tutup telinga katanya.
PPK, lanjut Harda, berharap Presiden Prabowo Subianto dapat mendengar langsung jeritan masyarakat Jayasari yang merasa dizalimi atas tanah mereka sendiri. Ia juga mendesak agar aparat penegak hukum dan pemerintah pusat turun tangan secara objektif dan transparan.
“Kami berharap Presiden Prabowo mendengar jeritan rakyat kecil di tanah Lebak ini. Jangan sampai rakyat terus menjadi korban keserakahan pungkas Harda. []
