
Voxindo.id — Koordinator Pemuda Pejuang Keadilan (PPK), Harda Belly, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya H Alim, tokoh berpengaruh di Sumatera Selatan yang dikenal dekat dengan para ulama serta memiliki rekam jejak panjang dalam kegiatan sosial dan kedermawanan.
Menurut Harda, kepergian H Alim merupakan kehilangan besar bagi masyarakat Sumsel. Almarhum dikenal bukan hanya sebagai tokoh masyarakat, tetapi juga figur yang menjembatani kepentingan umat, ulama, dan kepedulian sosial.
“Almarhum H Alim adalah sosok panutan. Kedekatannya dengan ulama serta kepeduliannya terhadap sesama menjadi teladan. Kami dari Pemuda Pejuang Keadilan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Harda, Sabtu (24/01/2026).
Menanggapi pernyataan mantan Kabareskrim Polri, Susno Duadji, yang menyebut wafatnya H Alim sebagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM), Harda meminta agar peristiwa serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. Ia menegaskan pentingnya pendekatan kemanusiaan dalam proses penegakan hukum, khususnya terhadap individu yang tengah mengalami kondisi kesehatan serius.
Harda juga menyoroti kasus serupa yang menimpa mantan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, yang menurutnya tetap harus menjalani proses persidangan meski dalam kondisi sakit.
“Kami sangat menyayangkan jika aspek kemanusiaan diabaikan. Penegakan hukum memang penting, tetapi nilai keadilan dan kemanusiaan harus berjalan beriringan. Jangan sampai hukum kehilangan nuraninya,” tegas Harda.
Ia berharap aparat penegak hukum ke depan lebih bijak dan humanis, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip keadilan tanpa mengesampingkan kondisi fisik dan kemanusiaan seseorang.
“Ini menjadi pelajaran bersama agar negara hadir tidak hanya sebagai penegak aturan, tetapi juga sebagai pelindung nilai-nilai kemanusiaan,” pungkasnya. []
