
Voxindo.id – Pembina Ikatan Keluarga Mahasiswa Madura (IKMM) Jakarta, Mohammad Hafidz Kudsi, mengapresiasi Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah kepala daerah. Hal ini dianggap sebagai bukti kinerja pimpinan KPK yang baru dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
Hafidz menyatakan bahwa operasi tangkap tangan KPK harus menjadi peringatan bagi seluruh pejabat negara, khususnya kepala daerah, untuk menghindari praktik korupsi. Ia juga menyebutkan bahwa pengadaan proyek merupakan pintu masuk kepala daerah melakukan tindak pidana korupsi.
“Komitmen fee atau fee proyek sudah bukan menjadi rahasia umum sebagai modus penyelewengan anggaran proyek di daerah untuk kepentingan pribadi dan kelompok yang berkuasa,” kata Hafidz dalam keterangannya, Sabtu (13/12/2025).
“Gencarnya OTT KPK merupakan korupsi berkaitan dengan pengadaan proyek yang harus menjadi alarm bagi pejabat negara, khususnya kepala daerah, agar tidak melakukan hal yang sama,” imbuhnya.
Hafidz juga menyoroti bahwa korupsi tidak hanya berkaitan dengan keinginan menumpuk harta, namun juga akibat dari mahalnya demokrasi yang memaksa kepala daerah untuk mengembalikan modal pencalonan.
“Kepala daerah yang menang karena politik uang, maka hampir dipastikan akan korupsi untuk mengembalikan modal yang sudah dikeluarkan selama masa pencalonan,” ungkapnya.
Ia berharap KPK dapat terus melakukan upaya pencegahan dan penindakan korupsi untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
“Semoga KPK juga bisa turun ke 4 Kabupaten di Madura yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Kalau bukan OTT paling tidak audit semua proyek yang ada, karena dugaan besar adanya korupsi dengan modus yang sama seperti daerah yang sudah di OTT KPK,” ucapnya.
Hafidz juga menekankan bahwa kepercayaan publik mulai kembali pulih setelah sekian lama rakyat menelan pahitnya kekecewaan terhadap kinerja KPK. “Korupsi musuh bersama, rakyat bersama KPK,” tandasnya.[]
