
Voxindo.id – Koordinator Aktivis Sumsel Jakarta, Harda Belly, menyuarakan kekhawatirannya atas maraknya insiden tongkang batu bara yang kembali menabrak Jembatan Ampera. Menurutnya, kejadian berulang ini bukan hanya bentuk kelalaian pengawasan, tetapi juga menjadi ancaman serius terhadap ikon bersejarah dan jalur vital transportasi di Kota Palembang.
“Ancaman Jembatan Ampera bisa roboh jika dibiarkan. Insiden kapal angkutan batubara yang menabrak jembatan itu sudah berlangsung beberapa kali. Ini harus menjadi alarm keras bagi pemerintah,” tegas Harda dalam keterangan yang diterima, Kamis (11/12/2025)
Harda menilai lemahnya pengaturan lalu lintas kapal serta pengawasan di Sungai Musi membuat kejadian serupa terus berulang. Ia mendesak Pemerintah Provinsi Sumsel dan Pemerintah Kota Palembang untuk turun tangan segera, bukan hanya mengeluarkan imbauan, tetapi mengambil langkah konkret.
“Perlu tindakan tegas pemerintah provinsi maupun Pemkot Palembang. Jangan tunggu sampai Jembatan Ampera rusak parah atau bahkan ambruk. Dampaknya bukan hanya kerugian materi, tetapi juga ancaman bagi keselamatan warga,” ujarnya.
Ia meminta agar pemerintah mengevaluasi total izin operasional tongkang batu bara, memperketat jalur pelayaran, serta menindak tegas perusahaan pengangkutan yang lalai menaati aturan keselamatan.
“Jembatan Ampera adalah warisan sejarah dan salah satu nadi mobilitas masyarakat Palembang. Mengabaikan keselamatannya sama saja mempertaruhkan masa depan kota ini,” tutup Harda. []
