
PALI, Voxindo.id – Koordinator Aktivis Sumsel Jakarta, Harda Belly, menyoroti keras janji politik Bupati PALI Asgianto dan Wakil Bupati Iwan Tuaji yang hingga kini dinilai tak kunjung ditepati. Dalam kunjungan langsung Harda ke Kabupaten PALI, ia menerima banyak keluhan warga yang merasa semakin sulit mencari pekerjaan, meski janji membuka lapangan kerja baru menjadi salah satu komitmen utama saat kampanye.
Menurut Harda, hampir setahun sejak pasangan Asgianto–Iwan menjabat, kondisi ketenagakerjaan di PALI justru stagnan dan tak menunjukkan perbaikan signifikan. Padahal, PALI memiliki wilayah industri dan potensi ekonomi yang besar, namun pemerintah daerah dinilai gagal mendorong keterlibatan putra daerah dalam berbagai perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.
“Banyak SDM PALI yang mampu bekerja secara profesional. Tapi bukan itu yang terjadi. Pemerintah tidak punya daya atau tidak punya kemauan untuk mengakomodir putra daerah. Janji membuka lapangan kerja baru justru jadi angin kosong. Jangan sampai Asgianto dan Iwan jadi pemimpin pembohong, menipu rakyatnya sendiri,” tegas Harda Belly, Sabtu (6/12/2025).
Harda juga menyebutkan bahwa jangankan membuka lapangan kerja baru, masyarakat lokal yang ingin bekerja di perusahaan yang sudah ada pun kerap kesulitan. Ia menduga banyak perusahaan lebih memilih pekerja dari luar daerah ketimbang warga PALI sendiri.
“Ini ironi. Perusahaan berdiri di tanah PALI, mengambil hasil bumi PALI, tapi rakyat PALI tidak diberi ruang bekerja. Pemerintah seharusnya hadir, bukan malah diam dan membiarkan kondisi ini berlarut.”
Harda menegaskan bahwa kondisi ketenagakerjaan yang stagnan ini bertolak belakang dengan visi “PALI Maju Menuju Indonesia Emas” yang dikampanyekan Asgianto–Iwan. Dalam misi resminya, pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan kualitas SDM, memperkuat ekonomi lokal, mendorong pariwisata, dan terutama meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas bagi warga PALI. Namun, fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya.
“Misi mereka jelas: meningkatkan daya saing pemuda dan menyediakan lapangan kerja berkualitas. Tapi apa buktinya? Masyarakat justru mengeluh makin sulit bekerja. Kalau visi–misi hanya jadi pajangan, itu namanya menipu rakyat, bukan memimpin rakyat,” tegas Harda.
Harda Belly mendesak Pemkab PALI segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap relasi pemerintah dan perusahaan, memastikan perusahaan memberikan prioritas bagi tenaga kerja lokal, serta menagih komitmen janji kampanye yang disampaikan kepada masyarakat.
“Kalau benar ingin membawa PALI maju, mulai dari penuhi janji kepada rakyat. Jangan biarkan pemuda dan masyarakat hanya jadi penonton di tanahnya sendiri.” Tutup Harda dengan geram. []
