
LEBAK, Voxindo.id – Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Kabupaten Lebak menyoroti dengan serius peningkatan kasus pelecehan seksual yang terjadi di wilayah Kabupaten Lebak belakangan ini. Fenomena yang meresahkan ini tidak hanya mengancam korban, tetapi juga merusak tatanan sosial dan keamanan masyarakat secara keseluruhan.
Menyikapi hal tersebut, Ketua PGK Lebak, Nunu Burhanudin, menyampaikan keprihatinan mendalam dan mendesak adanya kesadaran serta tindakan kolektif dari seluruh elemen masyarakat.
Nunu menyatakan bahwa maraknya kasus ini merupakan alarm keras bagi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, hingga setiap individu. Ia menekankan bahwa kasus pelecehan seksual, terutama yang melibatkan anak-anak dan remaja, seringkali terjadi akibat celah pengawasan dan minimnya kepedulian di lingkungan terdekat.
“Kami sangat prihatin dan mengutuk keras setiap tindakan pelecehan seksual. Ini bukan hanya masalah hukum, tapi juga masalah moral dan sosial. Kita tidak bisa menyerahkan tanggung jawab ini hanya kepada aparat penegak hukum. Kasus ini marak karena kita semua lalai dalam menjaga lingkungan kita,” ujar Nunu, Senin (1/11/2025).
Nunu secara khusus mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Lebak untuk mengaktifkan kembali semangat ‘saling memperhatikan dan saling peduli’ terhadap kondisi di daerahnya masing-masing, mulai dari tingkat keluarga, RT/RW, hingga desa/kelurahan.
• Peran Keluarga: Memperkuat komunikasi dan pengawasan terhadap anggota keluarga, terutama anak-anak. Memberikan edukasi yang benar mengenai batasan tubuh dan bahaya pelecehan seksual.
• Peran Lingkungan: Mengaktifkan kembali kegiatan lingkungan (seperti Siskamling atau arisan warga) sebagai sarana deteksi dini terhadap potensi tindak kejahatan atau perubahan perilaku mencurigakan.
• Peran Tokoh Masyarakat & Agama: Menjadi garda terdepan dalam menyuarakan edukasi pencegahan pelecehan seksual dan memberikan perlindungan kepada korban.
“Setiap orang tua harus tahu dengan siapa anaknya bergaul. Setiap tetangga harus peduli jika ada hal mencurigakan. Jika kita menutup mata, maka kita turut memberikan ruang bagi predator. Mari kita jadikan lingkungan kita sebagai benteng terkuat untuk melindungi generasi muda Lebak,” tegasnya.
PGK Lebak berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Lebak dan lembaga terkait dalam upaya pencegahan, rehabilitasi korban, dan pengawalan proses hukum terhadap para pelaku.[]
