
Voxindo.id — Koordinator Aktivis Sumsel Jakarta, Harda Belly (HB), meminta Bupati Lahat Bursah Widia memastikan seluruh kontraktor yang mengerjakan proyek pemerintah di Kabupaten Lahat adalah pihak-pihak yang profesional, berintegritas, dan benar-benar berniat membangun daerah. Ia mengingatkan agar kesalahan masa lalu tidak kembali terulang.
Harda menegaskan, rekam jejak para kontraktor harus dicek secara ketat, mengingat pada tahun 2024 banyak proyek di Kabupaten Lahat yang bermasalah akibat pengerjaan asal-asalan. Kondisi itu, menurutnya, tidak boleh kembali terjadi pada masa kepemimpinan Bursah Widia.
“Jangan sampai ke depan akibat ulah para kontraktor nakal, nama Bursah Widia malah tercoreng. Pengerja proyek harus kontraktor profesional dan punya niat membangun Kabupaten Lahat, bukan hanya mencari untung,” ujar Harda, Senin, (1/11/2025)
Ia juga menekankan pentingnya peran seluruh OPD dalam mengawal proyek pembangunan di daerah. Dinas-dinas diminta bertanggung jawab penuh memastikan proses pengadaan maupun pelaksanaan proyek dilakukan secara transparan dan memilih penyedia yang layak.
“OPD harus membantu Bursah Widia memastikan bahwa para pekerja dan kontraktor nanti adalah yang profesional. Budaya buruk proyek dikerjakan asal-asalan harus dihapus. Selama ini ada yang hanya mengejar keuntungan, ini tidak boleh terjadi lagi,” tegasnya.
Harda menambahkan, dirinya yakin Bursah Widia tidak akan tinggal diam apabila terdapat kontraktor nakal yang merugikan daerah.
“Kita yakin Pak Bursah akan marah jika ada kontraktor yang hanya mencari keuntungan pribadi. Karena kita tahu, beliau sangat sayang dengan Kabupaten Lahat dan tidak ingin nama baiknya dicoreng oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” sambung Harda.
Sebelumnya, Bupati Lahat Bursah dalam sebuah pidato juga menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan proyek, termasuk mendorong DPRD agar lebih tegas dalam menjalankan fungsi kontrol.
“DPR musti keras ngawasi pembangunan. Tidak boleh lagi ada proyek-proyek tanpa papan nama. Saya sudah berkoordinasi dengan kejaksaan, mulai ke depan harus jelas nama proyeknya, jumlah nilainya, nama PT-nya, dan lainnya. Tidak boleh gelap seperti takut diawasi,” tegas Bursah dalam pidatonya
Harda Belly pun mengapresiasi sikap tegas tersebut dan berharap pengawasan berlapis dapat benar-benar diterapkan agar kualitas pembangunan di Kabupaten Lahat meningkat serta tidak lagi menimbulkan masalah di kemudian hari.[]
