
Jakarta, Voxindo.id – Sejumlah aktivis yang mengatasnamakan Gerakan Cintai Lahat (GCL) melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu (29/10/2025).
Mereka mendesak KPK mengusut dugaan korupsi dana hibah yang diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan, tahun 2023-2024 senilai Rp. 58,148 Milyar.
Koordinator lapangan dalam aksi demonstrasi GCL di depan KPK, Fathur Rizky, menyebut ada dugaan kuat penyelewengan dalam penggunaan dana hibah KPU Kabupaten Lahat.
“Kami minta KPK ambil tindakan secara tegas dan terukur, kami telah berikan informasi kunci dan penting terkait adanya dugaan penyelewengan dana hibah di KPU Kabupaten Lahat. Dugaan korupsi dana hibah ini kami nilai kuat sebagai upaya membunuh demokrasi oleh penyelenggara sendiri,” kata Fathur di depan KPK, Rabu.
Fathur menjelaskan bahwa dalam penggunaan dana hibah diduga kuat terjadi mark up anggaran yang tidak masuk akal, ini seharusnya bisa menjadi atensi KPK untuk bertindak menyelidiki, sehingga dugaan penyelewengan tersebut bisa ditindak.
“Dalam realisasi dana hibah di KPU Kabupaten Lahat, terdapat banyak dugaan mark up anggaran dalam setiap kegiatan KPU Lahat. Kamu lantangkan suara kami bahwa KPU Lahat tidak sehat. Hal ini harus diusut tuntas oleh KPK,” jelas Fathur.
Tidak hanya itu, Fathur menegaskan bahwa terdapat dugaan kegiatan fiktif dari KPU Kabupaten Lahat yang anggarannya disebut bersumber dari dana hibah. Hal ini, menurut Fathur, semakin menambah citra buruk KPU Kabupaten Lahat.
“KPK harus segera bertindak. Periksa dan adili seluruh komisioner KPU Kabupaten Lahat. Sebab para komisioner itulah penikmat anggaran yang diduga kuat diselewengkan. Ini juga menjadi isu hangat di Lahat, KPK harus cepat,” tegasnya.
Terakhir, Fathur ingin dugaan penyelewengan dana hibah KPU Kabupaten Lahat tersebut harus menjadi perhatian serius KPK dan GCL dengan tegas akan ikut mengawal sampai tuntas.
“Jangan biarkan isu dugaan penyelewengan dana hibah KPU Lahat ini berlalu begitu saja, Kami bersama teman-teman aktivis Gerakan Cintai Lahat akan terus mengawal sampai terduga koruptor dipenjara,” tuturnya.
Selain itu, Fathur memastikan akan terus melakukan aksi demonstrasi bukan hanya di KPK tetapi juga di Kejaksaan Agung sebagai bentuk pengawalan agar aparat penegak hukum segera bertindak tegas.
“Untuk selanjutnya, kami juga akan gelar aksi di Kejagung, semua institusi yang berwenang untuk memberantas korupsi harus bergerak cepat untuk membersihkan KPU Lahat dari rongrongan koruptor yang diduga bercokol di dalamnya,” tandas Fathur.[]
