
Jakarta, Voxindo.id — Koordinator Aktivis Sumsel Jakarta, Nopri Agustian, mengecam keras tindakan tidak pantas yang diduga dilakukan oleh seorang Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan. Pejabat tersebut dilaporkan terlibat dalam tindak asusila melalui video call bermuatan mesum.
Nopri menegaskan, tindakan tersebut sangat mencoreng martabat aparatur sipil negara (ASN) dan tidak layak dilakukan oleh seorang pejabat publik yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat.
“Sebagai pejabat publik, apalagi seorang kepala dinas, seharusnya menjaga moral dan etika. Perilaku asusila seperti ini tidak bisa ditolerir,” tegas Nopri di Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Ia mengatakan, sebagai bentuk tanggung jawab moral dan penegakan integritas pejabat negara, pihaknya akan segera melaporkan kasus ini kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) agar segera mengambil tindakan tegas.
“Kami akan melaporkan kasus ini secara resmi ke Mendagri. Oknum seperti ini tidak pantas memegang jabatan publik,” ujarnya.
Nopri juga menilai, perilaku tersebut bukan hanya melanggar kode etik ASN, tetapi juga merusak citra pemerintah daerah di mata publik.
“Ini perbuatan amoral dan mencederai kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi. Karena itu kami meminta Mendagri untuk segera memecat yang bersangkutan dari status ASN,” tegasnya.
Menurutnya, pemerintah pusat tidak boleh menutup mata terhadap praktik-praktik tidak bermoral yang dilakukan oleh pejabat di daerah. Ia menegaskan bahwa pejabat publik harus memiliki integritas, disiplin, dan menjaga kehormatan jabatan yang diemban.
“Kalau hal seperti ini dibiarkan, maka rusaklah kepercayaan publik terhadap aparatur negara. Kami ingin birokrasi di Sumsel bersih dari pejabat yang menyalahgunakan jabatan untuk hal-hal yang tidak pantas,” pungkasnya.[]
