
Voxindo.id — Tokoh pemuda, Harda Belly, angkat bicara terkait isu yang beredar di media sosial mengenai dugaan pemerasan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lahat terhadap eks anggota DPRD Kabupaten Lahat dalam penanganan kasus perjalanan dinas Tahun Anggaran 2020.
HB meminta agar pihak Kejaksaan Negeri Lahat tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah hukum terhadap akun-akun yang dinilai menyebarkan fitnah serta menyerang nama baik institusi kejaksaan.
“Kami meminta Kajari Lahat segera melaporkan akun-akun yang menyebarkan fitnah tersebut. Jangan sampai opini liar terus berkembang dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum,” ujar HB, Selasa (19/05).
Menurut HB, dirinya meyakini Kajari Lahat memiliki integritas dan tidak mungkin melakukan tindakan seperti yang dituduhkan di media sosial.
“Saya yakin Kajari Lahat tidak mungkin melakukan hal seperti apa yang dituduhkan. Kami tidak ragu soal integritas Kajari Lahat. Selama ini kami melihat penanganan perkara di Kejari Lahat berjalan profesional,” tegasnya.
HB juga menilai isu tersebut diduga sengaja dimainkan oleh pihak-pihak tertentu yang merasa terganggu dengan proses penegakan hukum yang sedang berjalan.
“Kami menduga ada pihak yang sengaja membangun opini untuk melemahkan Kejari Lahat. Ketika penegakan hukum mulai menyentuh persoalan besar, biasanya akan ada upaya pembunuhan karakter terhadap aparat penegak hukum,” katanya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
“Masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum terbukti. Hari ini media sosial sangat mudah digunakan untuk menyerang seseorang tanpa dasar yang jelas,” ucap HB.
HB juga mendukung penuh langkah Kejari Lahat dalam mengusut dugaan korupsi perjalanan dinas DPRD Lahat Tahun Anggaran 2020 hingga tuntas.
“Kami justru mendukung Kejari Lahat untuk terus bekerja dan mengusut setiap dugaan korupsi sampai terang benderang. Jangan takut terhadap tekanan atau opini liar,” lanjutnya.
Selain itu, HB menegaskan bahwa institusi kejaksaan harus dijaga marwahnya karena memiliki peran penting dalam pemberantasan korupsi di daerah.
“Kalau aparat penegak hukum terus diserang dengan isu-isu tidak berdasar, maka ini bisa menjadi preseden buruk bagi upaya pemberantasan korupsi. Kami berharap masyarakat tetap menghormati proses hukum,” tambahnya.
Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Lahat membantah keras isu dugaan pemerasan terhadap mantan anggota DPRD Kabupaten Lahat terkait penanganan kasus perjalanan dinas Tahun Anggaran 2020 yang belakangan viral di media sosial.
Penegasan tersebut disampaikan langsung Kepala Kejari Lahat dalam konferensi pers di Kantor Kejari Lahat, Selasa (19/5/2026), didampingi Kepala Seksi Intelijen, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, dan tim jaksa penyelidik.
Dalam keterangannya, Kejari memastikan seluruh proses penanganan laporan dugaan korupsi perjalanan dinas DPRD Lahat telah berjalan sesuai prosedur hukum dan tidak ditemukan unsur pemerasan sebagaimana tudingan yang beredar. []
