
Voxindo.id — Aktivis Sumsel Jakarta kembali mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi dengan membawa massa aksi guna menyampaikan aspirasi terkait dugaan ketidakwajaran harta kekayaan Bupati Musi Banyuasin, Toha Tohet.
Koordinator ASJ, Nopri Agustian, mengatakan kedatangan mereka ke KPK bertujuan meminta lembaga antirasuah tersebut segera memeriksa Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Bupati Muba, Toha Tohet.
Menurut Nopri, terdapat banyak kejanggalan dalam laporan harta kekayaan yang dimiliki Toha Tohet. Ia menduga masih banyak aset dan kekayaan yang belum dilaporkan kepada KPK.
“Kami meminta KPK serius memeriksa LHKPN Toha Tohet. Banyak kejanggalan yang kami nilai perlu ditelusuri lebih dalam. Jangan sampai ada harta yang tidak dilaporkan kepada negara,” ujar Nopri dalam orasinya di depan Gedung Merah Putih KPK RI, Senin (18/05).
Selain itu, Nopri juga meminta KPK menelusuri asal-usul harta kekayaan Toha Tohet. Ia menduga kekayaan tersebut berkaitan dengan praktik ilegal drilling minyak mentah di Kabupaten Musi Banyuasin.
“Kami menduga ada aliran kekayaan yang berasal dari aktivitas ilegal drilling minyak mentah di Muba. Karena itu, KPK harus segera memanggil dan memeriksa Toha Tohet agar semuanya terang benderang,” tegasnya.
ASJ berharap lembaga antirasuah tidak tebang pilih dalam menangani laporan masyarakat terkait dugaan korupsi dan gratifikasi pejabat daerah.
“Kami berharap KPK tidak tebang pilih dalam menangani kasus,” tutupnya. []
