
Voxindo.id — Koordinator Aktivis Sumsel Jakarta, Harda Belly (HB), menyoroti persoalan banjir yang kerap melanda Kota Palembang. Ia menilai kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang harus segera ditangani secara serius oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kota Palembang.
Menurut HB, sebagai ibu kota provinsi, Palembang bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah kota semata, melainkan juga tanggung jawab pemerintah provinsi.
“Banjir di Kota Palembang menjadi PR besar Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wali Kota Palembang Ratu Dewa. Kota Palembang adalah ibu kota Sumsel, bukan hanya tanggung jawab wali kota, tapi ini juga tanggung jawab gubernur,” ujar HB, Jum’at (01/05).
Ia menegaskan bahwa diperlukan sinergi yang kuat antara Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang untuk mewujudkan kota yang bebas dari banjir. Upaya tersebut, kata dia, tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.
HB juga mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan, khususnya dalam hal pengelolaan sampah.
Ia mengimbau warga Kota Palembang agar tidak membuang sampah sembarangan, karena hal tersebut menjadi salah satu faktor penyebab utama tersumbatnya saluran air yang berujung pada banjir.
“Selain peran pemerintah, masyarakat juga harus sadar. Jangan membuang sampah sembarangan karena itu memperparah kondisi banjir di Palembang,” tegasnya.
HB berharap ke depan ada langkah konkret dan kolaboratif dari seluruh pihak agar persoalan banjir di Palembang dapat segera teratasi dan tidak terus berulang setiap musim hujan. []
