
Voxindo.id – Koordinator Aktivis Sumsel Jakarta (ASJ), Harda Belly, kembali menyoroti kerusakan sejumlah infrastruktur di Sumatera Selatan yang diduga akibat aktivitas angkutan batu bara. Selain mendesak tanggung jawab atas kerusakan Jembatan P6 Lalan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Harda juga meminta pemerintah segera memanggil perusahaan terkait untuk bertanggung jawab membangun kembali Jembatan Muara Lawai di Kabupaten Lahat.
Menurut Harda, Jembatan Muara Lawai sebelumnya ambruk akibat dilalui kendaraan angkutan batu bara yang melebihi kapasitas atau over kapasitas. Ia menilai kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena sangat merugikan masyarakat yang selama ini bergantung pada akses jembatan tersebut.
“Selain Jembatan Lalan, kami juga meminta pemerintah segera memanggil perusahaan tambang yang menggunakan jalur tersebut untuk bertanggung jawab membangun kembali Jembatan Muara Lawai di Kabupaten Lahat yang ambruk akibat angkutan batu bara yang melebihi kapasitas,” ujar Harda, Rabu (25/03).
Ia menegaskan, aktivitas industri batu bara seharusnya tidak mengorbankan fasilitas umum yang digunakan masyarakat. Jika kerusakan terjadi akibat aktivitas perusahaan, maka sudah seharusnya perusahaan ikut bertanggung jawab memperbaiki dan membangun kembali infrastruktur yang rusak.
Harda juga meminta pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi untuk bersikap tegas terhadap perusahaan tambang yang tidak mematuhi aturan, terutama terkait tonase kendaraan dan penggunaan jalur umum.
“Jangan sampai masyarakat yang terus dirugikan. Infrastruktur rusak, aktivitas warga terganggu, sementara perusahaan tetap beroperasi. Pemerintah harus hadir dan memastikan perusahaan bertanggung jawab,” tegasnya. []
