
Voxindo.id — Perhimpunan Mahasiswa Ogan Ilir–Jakarta (PMOI Jakarta) menggelar kegiatan Buka Bersama dan Diskusi Publik sebagai bentuk apresiasi atas satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar dan Ardani.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Banten Riyan Hidayat, S.Sos, Akademisi Universitas Muhammadiyah Jakarta Yusrandi Rumuar, S.E., M.M, Ketua Umum GPMI Tonico Angga, S.Sos, serta mahasiswa Ogan Ilir yang tengah menempuh pendidikan di Jakarta dan sekitarnya. Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi sekaligus forum intelektual untuk merefleksikan capaian pembangunan Kabupaten Ogan Ilir selama satu tahun terakhir.
Dalam diskusi publik tersebut, para peserta menyampaikan apresiasi terhadap berbagai program prioritas yang telah dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, khususnya di bidang pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, serta pemberdayaan masyarakat. PMOI Jakarta menilai kepemimpinan Panca–Ardani menunjukkan arah pembangunan yang progresif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Ketua PMOI Jakarta, Kelvin Putra, dalam sambutannya menegaskan bahwa dukungan mahasiswa merupakan bagian dari tanggung jawab moral generasi muda terhadap daerah asalnya.
Sementara itu, Muhammad Nur Hidayat selaku Humas PMOI Jakarta mewakili seluruh pengurus menyampaikan bahwa apresiasi yang diberikan tidak menghilangkan peran kritis mahasiswa.
“Kami mengapresiasi satu tahun kepemimpinan Panca–Ardani di Ogan Ilir dan mendukung program-program yang berpihak kepada kepentingan rakyat. Namun, mahasiswa tetap memiliki peran sebagai mitra kritis untuk memastikan pembangunan berjalan secara transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” ujarnya, Minggu (22/02).
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dan rekomendasi yang disampaikan peserta sebagai bahan evaluasi konstruktif bagi pemerintah daerah. PMOI Jakarta berharap komunikasi dan sinergi antara mahasiswa dan pemerintah daerah dapat terus terjalin demi mewujudkan Ogan Ilir yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan buka puasa dalam suasana penuh kebersamaan dan solidaritas.
