
Voxindo.id — Perjuangan masyarakat Desa Jayasari, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, dalam menuntut keadilan atas dugaan dampak aktivitas PT Mulya Kuarsa Anugrah telah berlangsung sangat panjang dan melelahkan. Bertahun-tahun lamanya, warga terus menyuarakan hak mereka yang dinilai terabaikan dan terzalimi.
Anggota DPRD Kabupaten Lebak dari PDI Perjuangan, Tika Kartika Sari, menjadi salah satu wakil rakyat yang konsisten mendampingi masyarakat Jayasari dalam memperjuangkan keadilan. Dalam berbagai kesempatan, Tika aktif mendorong agar persoalan yang dialami warga mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat.
Salah satu langkah konkret yang pernah dilakukan Tika adalah mengajak perwakilan masyarakat Jayasari, yang merupakan korban dari PT Mulya Kuarsa Anugrah, untuk mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPR RI Komisi XII pada tanggal 6 November 2025. Upaya tersebut dilakukan agar suara rakyat kecil dapat langsung didengar oleh para pengambil kebijakan di tingkat nasional.
Tak hanya itu, Tika Kartika Sari juga pernah membacakan surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam surat tersebut, Tika meminta Presiden Prabowo yang dikenal sangat mencintai rakyatnya untuk memberikan keadilan, sebagaimana pernah disampaikan dalam pidato beliau, “Tidak ada yang saya takuti kecuali rakyat dan Tuhan Yang Maha Besar.”
“Tika berharap Bapak Presiden Prabowo dapat mendengar jeritan rakyat kecil di Jayasari yang merasa dizalimi. Saya yakin, Presiden yang begitu mencintai rakyatnya tidak akan menutup mata terhadap penderitaan masyarakat,” ujar Tika, Sabtu (08/02/2026).
Menurutnya, masyarakat Jayasari bukan menuntut lebih, melainkan hanya meminta keadilan dan pengakuan atas hak-hak mereka yang selama ini dirasa terabaikan. Tika menegaskan, kehadiran negara sangat dibutuhkan agar persoalan ini dapat diselesaikan secara adil dan bermartabat.
“Semoga Bapak Presiden mendengarkan jeritan rakyat kecil di Lebak. Harapan masyarakat Jayasari kini tertuju pada keadilan yang berpihak kepada mereka yang lemah,” pungkas Tika. []
