
Voxindo.id – Koordinator Aktivis Sumsel Jakarta (ASJ), Harda Belly, meminta seluruh kepala daerah di Sumatera Selatan untuk memberikan perhatian serius dan berkelanjutan terhadap anak yatim dan piatu. Menurutnya, keberpihakan pemerintah daerah kepada kelompok rentan merupakan cerminan nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
Harda menilai, anak yatim dan piatu bukan sekadar objek bantuan sesaat, melainkan tanggung jawab moral dan sosial negara yang harus dijaga masa depannya, baik dari sisi pendidikan, kesehatan, hingga jaminan kesejahteraan hidup.
“Anak-anak yatim dan piatu adalah amanah. Pemerintah daerah harus memastikan mereka tidak tertinggal, tidak kehilangan akses pendidikan, dan tetap memiliki harapan untuk masa depan yang lebih baik,” ujar Harda dalam keterangannya, Jum’at (02/01/2026)
Ia mendorong agar kepala daerah di Sumsel tidak hanya mengandalkan program seremonial, tetapi menghadirkan kebijakan nyata yang menyentuh langsung kebutuhan anak yatim dan piatu, termasuk kolaborasi dengan lembaga sosial, dunia usaha, dan komunitas masyarakat.
Menurut Harda, perhatian terhadap anak yatim dan piatu juga menjadi bagian dari investasi sosial jangka panjang. Anak-anak yang tumbuh dengan perhatian dan perlindungan negara akan menjadi generasi kuat yang berkontribusi bagi daerah dan bangsa.
“Negara hadir bukan hanya lewat regulasi, tetapi lewat kasih yang bisa dirasakan. Saya berharap di Sumsel, tidak ada anak yang kehilangan harapan karena pemerintahnya selalu siap menjadi pelindung,” pungkasnya. []
