
Voxindo.id – Koordinator Aktivis Sumsel Jakarta, Harda Belly, mendesak Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru segera mencopot Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Arinarsa, menyusul insiden tongkang batubara yang kembali menabrak Jembatan Ampera.
Insiden tersebut memicu keprihatinan publik setelah Arinarsa sendiri mengakui bahwa peristiwa tongkang bermuatan batubara menabrak Jembatan Ampera bukan yang pertama kali, melainkan sudah terjadi beberapa kali.
Bagi Harda, pernyataan itu menunjukkan lemahnya pengawasan dan tidak adanya langkah mitigasi yang efektif dari Dinas Perhubungan.
“Kalau Kadishub tahu ini sudah berulang tapi tidak ada tindakan tegas untuk mencegah, berarti ada pembiaran. Gubernur harus segera mengambil sikap, termasuk mempertimbangkan pencopotan Kadishub,” tegas Harda, Rabu (10/12/2025).
Harda juga menyoroti bahwa aktivitas angkutan batubara di Sungai Musi kini semakin berisiko. Selain mengancam keselamatan masyarakat, terutama pengguna jalur sungai dan struktur vital seperti Jembatan Ampera, ia menilai hal itu turut mempercepat kerusakan ekosistem sungai.
“Tongkang batubara bukan hanya bahaya bagi Jembatan Ampera, tapi juga merusak kelestarian Sungai Musi. Jika dibiarkan, dampaknya akan sangat serius untuk lingkungan dan warga yang menggantungkan hidupnya pada sungai,” tambahnya.
Ia mendesak Pemprov Sumsel mengevaluasi total regulasi dan pola pengawasan angkutan batubara, baik yang melalui jalur sungai maupun darat, agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Harda menegaskan bahwa pemerintah harus hadir dengan tindakan nyata, bukan sekadar imbauan. “Kalau keselamatan publik dan kelestarian lingkungan terancam, tidak boleh ada kompromi,” tutupnya.[]
