
Voxindo.id – Koordinator Perkumpulan Pemuda Pejuang Keadilan (PPPK), Harda Belly, memberikan apresiasi tinggi kepada Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Suyudi Ario Seto, atas keberhasilan operasi internasional yang menangkap buronan kelas kakap, Dewi Astutik alias PA (43), yang terkait kasus penyelundupan dua ton sabu senilai Rp 5 triliun.
Operasi tersebut merupakan hasil kerja sama antara BNN RI, Interpol, dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Penangkapan Dewi Astutik mengakhiri pelarian panjangnya setelah namanya masuk daftar buronan Interpol dalam kasus penyelundupan narkotika skala besar.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala BNN Komjen Suyudi dan seluruh jajaran yang terlibat. Penangkapan ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam memberantas jaringan narkoba internasional,” ujar Harda Belly dalam keterangan resminya.
Harda menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa BNN RI mampu bergerak cepat, presisi, dan efektif dalam memutus mata rantai peredaran narkotika, terutama jaringan besar yang beroperasi lintas negara. Ia menyebut bahwa narkotika jenis sabu dalam jumlah dua ton dapat membawa dampak kehancuran bagi jutaan generasi muda apabila tidak berhasil digagalkan.
“Ini bukan prestasi biasa. Dua ton sabu senilai Rp 5 triliun bukan hanya angka, tetapi ancaman terhadap masa depan bangsa. Penangkapan ini layak diapresiasi dan menjadi peringatan keras bagi para bandar narkoba,” tegas Harda.
Dewi Astutik sendiri menjadi sorotan publik karena keterlibatannya dalam jaringan internasional serta statusnya sebagai buronan Interpol. Ia diketahui pernah bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di sejumlah negara Asia sebelum akhirnya terlibat dalam jaringan narkotika besar.
Harda Belly menegaskan bahwa PPPK akan terus mendukung langkah BNN dalam memerangi narkoba dan meminta pemerintah memperkuat dukungan anggaran dan fasilitas untuk lembaga tersebut.
“Kejahatan narkoba adalah kejahatan luar biasa. Dukungan terhadap BNN harus ditingkatkan karena mereka berada di garda terdepan menyelamatkan generasi bangsa,” tutupnya.[]
