
Jakarta, Voxindo.id — Koordinator Aktivis Sumsel Jakarta, Nopri Agustian, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar segera menetapkan Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Teddy Meilwansyah, sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap proyek di Dinas PUPR Kabupaten OKU. Desakan ini muncul setelah KPK memanggil Teddy sebagai saksi pada Rabu (29/10/2025), bersamaan dengan tujuh saksi lain yang telah diperiksa dalam perkara tersebut.
Sejauh ini, KPK sudah menetapkan Pimpinan DPRD OKU sebagai tersangka. Namun, Nopri melihat adanya kejanggalan karena hingga kini Teddy belum juga menyandang status yang sama, meski namanya disebut dalam rangkaian pemeriksaan.
“Semua saksi sudah dipanggil, sudah diperiksa. Tapi kenapa Teddy belum juga ditetapkan sebagai tersangka? Apakah ada nama besar yang melindungi? KPK jangan sampai tebang pilih,” tegas Nopri, Selasa (2/12/2025).
Ia menyebut, publik membutuhkan kejelasan dan ketegasan dari lembaga antirasuah agar tidak menimbulkan dugaan permainan hukum ataupun perlindungan politik terhadap pejabat tertentu. Menurutnya, transparansi proses penyidikan adalah kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
“Kita ingin KPK bekerja secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu. Jika bukti-buktinya sudah kuat, jangan menunda. Penegakan hukum harus berjalan apa adanya, bukan ada apanya,” kata Nopri.
Selain Teddy, KPK juga memeriksa sejumlah saksi lain, yaitu Gunawan (karyawan swasta), dua anggota DPRD OKU periode 2024–2029 Sahril Elmi alias Alex dan Robi Vitergo, serta Andri Frandustie, PNS di Dinas Perumahan dan Cipta Karya Kabupaten Lampung Tengah. Kehadiran para saksi ini memperkuat keyakinan para aktivis bahwa kasus ini memiliki struktur aliran dana yang tidak sederhana.
Nopri menambahkan, KPK berada dalam sorotan publik karena beberapa kali dianggap lamban dalam menetapkan tersangka dalam kasus yang melibatkan kepala daerah. Menurutnya, langkah cepat dan tegas sangat diperlukan untuk menunjukkan bahwa KPK masih menjadi lembaga yang independen dan tidak mudah diintervensi.
“KPK harus segera menetapkan status hukum Teddy Meilwansyah. Jangan tunggu sampai publik kehilangan kepercayaan,” tutupnya.[]
