
Jakarta, Voxindo.id – Anggota DPRD Kabupaten Lebak dari Fraksi PDI Perjuangan, Tika Kartika Sari menggelar pertemuan dengan pimpinan Komisi XII DPR RI di gedung Nusantara 1, Komplek Parlemen, Kamis (6/11/2025). Tika diterima langsung oleh Wakil Ketua Komisi XII, Donny Maryadi Oekon, Anggota Komisi XII DPR RI, Yulian Gunhar dari Fraksi PDI-Perjuangan dan Syarifuddin dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Dalam pertemuan itu, Tika bersama belasan warga desa Jayasari, Kecamatan Cimarga, Kebupaten Lebak. Tika mengadukan soal penyerobotan lahan milik Warga. Menurut Tika, lahan warga tersebut berserfikat SHM. Penyerobot lahan warga ini dilakukan oleh perusahaan PT Mulya Kuarsa Anugerah. Lahan tersebut dijadikan tambah pasir.
Setelah menyampaikan kronologis penyorobotan lahan warga dan menunjukkan kepemilikan lahan tersebut, Tika kemudian membacakan surat terbuka untuk Presiden Prabowo Subianto. Saat membacakan surat tersebut, Tika tak henti menangis, suaranya terdengar terseduh-seduh, sambil tangannya mengusap air mata yang terus mengalir.
Berikut surat terbuka yang dibacakan Tika untuk Presiden Prabowo.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Dengan penuh rasa hormat, perkenankan saya, Tika Kartika Sari, Anggota DPRD Kabupaten Lebak dari Fraksi PDI Perjuangan, menyampaikan surat terbuka ini kepada Bapak Presiden sebagai bentuk jeritan hati rakyat kecil yang selama bertahun-tahun tidak mendapatkan keadilan.
Bapak Presiden yang saya hormati,
Hari ini saya hadiri disini
Dengan harapan untuk menyalurkan apa yang menjadi aspirasi masyarakat jayasari.
Di Desa Jayasari, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, terdapat permasahalan yang begitu krusial, dimana tanah rakyat telah dirampas oleh perusahaan bernama PT Mulya Kuarsa Anugerah. Perusahaan ini dengan semena-mena melakukan penambangan pasir ditanah masyarakat yang sah secara hukum, hal ini dibuktikan dengan kepemilikan Sertifikat Hak Milik (SHM). Namun, hak itu seakan tidak berarti apa-apa dihadapan kekuatan pemodal.
Tanah mereka dirusak, sawah mereka dihancurkan, rumah mereka retak, lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan telah terporak-poranda.
Dan yang paling menyat hati masyarakat jayasari adalah mereka melakukan pembukaan lahan pertambangan tanpa menganti seperserpun! kerugian masyarakat.
Lebih parah lagi, masyarakat yang berusaha mempertahankan tanahnya justru dikejutkan dengan tindakan perangkat desa yang mengambil paksa sertifikat milik warga dengan alasan ada “perubahan data”. Tetapi di balik alasan itu, tiba-tiba hadir alat berat—beko—yang masuk ke tanah mereka, seakan memberi tanda bahwa semua sudah dikuasai tanpa bisa ditolak.
Bapak Presiden,
Saya menyaksikan sendiri penderitaan warga Jayasari. Mereka menangis, kecewa, dan merasa tidak lagi punya tempat untuk mengadu. Laporan demi laporan sudah disampaikan, jeritan sudah diutarakan kepada pemerintah daerah, bahkan kepada Bupati Lebak. Namun hingga kini tidak ada langkah nyata. Seakan-akan rakyat kecil di Jayasari tidak dianggap ada.
Hari ini, dengan hati yang sedih dan penuh kegetiran, saya menuliskan surat terbuka ini. Saya memohon kepada Bapak Presiden melalui Komisi II DPR RI agar suara rakyat Jayasari bisa sampai di Istana. Bantulah kami, Bapak Presiden. Jangan biarkan tanah rakyat kecil diambil semena-mena oleh pengusaha, apalagi jika benar perusahaan ini dikaitkan dengan mantan Bupati Lebak.
Kami tahu Bapak Presiden selalu berpihak kepada rakyat kecil, selalu berjanji untuk melindungi mereka dari ketidakadilan. Karena itu, kami berpegang pada keyakinan bahwa Bapak akan mendengarkan jeritan hati ini.
Bapak Presiden yang saya muliakan,
Saya percaya peristiwa ini mungkin bukan hanya terjadi di Desa Jayasari. Bisa jadi di banyak desa lain, rakyat kecil juga menghadapi nasib serupa, di mana tanahnya dirampas dengan alasan pembangunan atau kekuasaan modal. Jika hari ini Jayasari tidak dibela, maka jangan heran jika besok desa-desa lain pun akan bernasib sama.
Kebangkitan masyarakat kecil adalah obor pembawa perubahan, maka surat ini ditulis sebagai bentuk permohonan keadilan dalam bernegara dan berbangsa
Akankah masyarakat desa jayasari tenggelam didalam keputusasaan, Atau terbit sebagai matahari harapan.
Namun yang sangat diharapkan oleh masyarakat jayasari adalah keadilan dan kesejateraan untuk mereka semua,
Maka dari itu Izinkan saya menutup surat ini dengan doa dan harapan: semoga Bapak Presiden segera menurunkan perhatian dan langkah nyata untuk menegakkan keadilan di Lebak, agar rakyat kecil kembali percaya bahwa negara hadir untuk melindungi mereka.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Hormat saya,
Tika Kartika Sari
Anggota DPRD Kabupaten Lebak
Fraksi PDI Perjuangan
Tika juga berharap surat terbuka ini sampai kepada Presiden Prabowo Subianto, agar masyarakat kecil dapat keadilan dan perlindungan di negara ini.[]
