
Voxindo.id — Koordinator Pemuda Pejuang Keadilan (PPK), Harda Belly, menyoroti kasus dugaan bullying yang dilakukan oleh oknum guru di SMK Negeri 7 Palembang terhadap salah seorang siswa yang sempat dituduh menggunakan narkoba tanpa bukti yang jelas. Setelah dilakukan pemeriksaan, hasil tes menunjukkan bahwa siswa tersebut negatif narkoba.
Menanggapi kejadian tersebut, Harda Belly menyampaikan keprihatinan mendalam dan mengecam tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh oknum guru di lingkungan pendidikan. Ia menilai bahwa tindakan seperti itu bukan hanya mencoreng nama baik sekolah, tetapi juga dapat memberikan dampak psikologis serius terhadap korban.
“Saya minta stop membully! Dampak bullying sangatlah berbahaya. Siapapun baik guru, siswa, maupun masyarakat umum saya minta untuk tidak melakukan bullying dalam bentuk apapun,” tegas Harda dalam keterangannya, Selasa (14/10/2025).
Lebih lanjut, Harda menjelaskan bahwa bullying tidak hanya menyebabkan luka secara emosional, tetapi juga dapat menimbulkan gangguan psikologis jangka panjang bagi korban.
“Dampak dari bullying bisa sangat berat, mulai dari depresi, kehilangan kepercayaan diri, PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder), kesulitan menjalin hubungan sosial, hingga kehilangan semangat hidup. Ini bukan hal sepele,” ujarnya.
Menurutnya, dunia pendidikan harus menjadi tempat yang aman dan membangun karakter positif bagi siswa, bukan sebaliknya.
“Sekolah seharusnya menjadi ruang belajar yang ramah dan mendidik. Jika justru menjadi tempat perundungan, maka nilai-nilai pendidikan itu sendiri telah kehilangan makna,” tambahnya.
Harda juga menyerukan agar seluruh pihak, baik guru, kepala sekolah, orang tua, maupun pemerintah daerah, bersinergi dalam mencegah dan menghentikan segala bentuk bullying di lingkungan pendidikan. Ia menekankan pentingnya budaya saling menghormati dan empati di antara warga sekolah untuk membentuk generasi muda yang kuat secara moral dan mental.
“Mari kita sama-sama berhenti dan mencegah tindak bullying di manapun. Dunia pendidikan harus jadi tempat tumbuhnya semangat dan rasa percaya diri, bukan ketakutan. Kita semua punya tanggung jawab moral untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan manusiawi,” tutup Harda.[]
