
Voxindo.id – Peringati setahun pemerintahan Prabowo-Gibran, 9 kelompok relawan gelar Diskusi Publik bertajuk “Pekan Prabowo-Gibran, Satu Tahun untuk Indonesia Raya”, di Sekretariat Relawan Gatot Kaca Prabowo-Gibran, di Jalan Pattimura No.11, Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Senin, (13/10/2025)
Tenaga Ahli Utama KSP, Hariqo Wibawa selaku salah satu pembicara dalam diskusi tersebut menyampaikan terkait banyaknya kritikan publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) lantaran tragedi keracunan masal, bukan karena benci pada program tersebut melainkan ingin MBG berjalan lebih baik lagi.
“Maka kalau ada orang mau mengatakan makan bergizi gratis, itu sebetulnya bukan dia benci sama program ini. Justru dia sangat ingin program ini bisa lebih baik,” ujar Hariqo.
Turut hadir sebagai narasumber dalam diskusi tersebut, Wakil Menteri SekretarisNegara, Juri Ardiantoro; Pengamat Politik Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin; dan Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso.
Hariqo menjelaskan, kritik yang disampaikan publik terhadap MBG yang sempat menimbulkan polemik, langsung dievaluasi oleh pemerintahan Presiden Prabowo-Wakil Presiden Gibran.
“Dan sekarang melakukan banyak perbaikan dalam program Makan Bergizi Gratis. Ini betul-betul belum pernah ada. Jadi ibaratnya aplikasi yang ada di handphone kita itu, makin banyak kritik terhadap program makan bergizi gratis ini, makin sempurna dia,” tuturnya.
Yang akan aneh, menurut Hariqo, apabila suatu program yang dilaksanakan pemerintahan justru tak disorot publik, sehingga terkesan baik-baik saja padahal ada masalahnya.
“Tetapi kalau kita diam-diam saja ya enggak akan sempurna. Nah ini ada terobosan baru. Sekarang ada upaya baru mendatangkan orang tua ke dapur-dapur itu,” ucapnya.
Mendatangkan para orang tua siswa ke dapur-dapur MBG untuk memastikan bahwa proses pembuatan makanan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), “Langsung dilihat prosesnya. Setelah datang ke dapur, baru banyak orang tua yang percaya,” demikian Hariqo menambahkan. []
