
Jakarta, Voxindo.id – Koordinator Aktivis Sumsel Jakarta, Harda Belly, menyoroti rencana aksi sejumlah emak-emak di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang akan turun ke jalan menagih janji politik Bupati Toha Tohet.
Menurut Harda, suara emak-emak tidak bisa dianggap remeh. Jika mereka sudah berani menyuarakan protes secara terbuka, itu menjadi tanda serius bahwa kondisi ekonomi masyarakat sedang tidak baik-baik saja.
“Emak-emak itu ujung tombak keluarga. Kalau mereka sampai bersuara keras, artinya beban ekonomi sudah semakin berat. Ini harus jadi alarm bagi Bupati Toha Tohet,” kata Harda, Selasa (9/9/2025).
Harda mengingatkan, salah satu janji politik Toha Tohet yang hingga kini belum direalisasikan adalah Program Keluarga Maju (PKM) senilai Rp25 juta. Program tersebut seharusnya menjadi harapan besar bagi masyarakat kecil, khususnya para ibu rumah tangga, untuk bisa meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
“Kalau janji-janji politik tidak segera ditepati, jangan kaget bila Muba bisa saja bernasib sama seperti Kabupaten Pati yang bergolak akibat kekecewaan masyarakat,” tegasnya.
Dalam momentum ini, Harda juga menyerukan agar seluruh kepala daerah di Sumatera Selatan menepati janji-janji politik mereka. Ia menilai, budaya berjanji tanpa realisasi hanya akan menciptakan ketidakpercayaan rakyat kepada pemerintah daerah.
“Makanya jangan asal berjanji kalau tidak bisa menepati. Rakyat hari ini semakin kritis, apalagi emak-emak yang langsung merasakan dampak ekonomi di dapur mereka. Jangan sampai suara emak-emak ini berubah menjadi gelombang besar yang mengguncang daerah,” tutup Harda.
